Bulog Siapkan 500 Ton Beras OP

by -

PANGKALPINANG – Perum Bulog Subdivre Bangka, Bangka Belitung (Babel), menyiapkan 500 ton beras untuk kegiatan operasi pasar (OP) di sejumlah pasar tradisional. “Kami siap mengelar operasi pasar, jika sudah ada permintaan dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota untuk menekan kenaikan harga beras di masyarakat,” kata Kepala Bulog Subdivre Bangka Nur Untung Wahyudi, Jumat (27/2).
Ia menjelaskan, sebanyak 500 ton beras tersebut dikhususkan untuk kegiatan operasi pasar. “Jika beras yang disediakan kurang, maka kami akan menambahnya, karena stok di gudang mencapai 2.000 ton dan cukup untuk kebutuhan masyarakat tiga bulan kedepan,” ujarnya.
Namun demikian, kata dia, sampai saat ini belum ada permintaan kegiatan operasi dari pemerintah daerah untuk menekan kenaikan harga beras yang telah mencapai enam persen.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan BPS, kata dia, harga beras di sejumlah pasar tradisional se-Babel, selama Februari 2015 mengalami kenaikan enam persen, karena pasokan dari daerah sentra produksi di Pulau Jawa dan Sumatera berkurang. “Jika permintaan OP dari pemerintah daerah tidak ada, maka kami tidak bisa menyalurkan beras murah ini,” jelasnya.
Menurut Untung, kegiatan OP ini dapat menekan kenaikan harga beras di masyarakat yang cukup tinggi dan membantu masyarakat kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
“Berdasarkan perkembangan berita di media massa, kenaikan harga beras ini sudah memberatkan ekonomi masyarakat miskin, apalagi kondisi ekonomi yang kurang membaik seiring harga komoditas lada putih, karet dan hasil tambang timah masyarakat anjlok,” bebernya.
Pihaknya juga kata Untung akan membentuk tim pemeriksa kualitas beras untuk warga miskin gratis yang disalurkan kepada rumah tangga sasaran (RTS). “Pembentukan tim ini untuk mengurangi atau mencegah penyaluran beras tidak layak konsumsi di masyarakat,” bebernya.
Ia menjelaskan tim pemeriksa kualitas raskin gratis ini merupakan gabungan petugas Bulog dengan pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan petugas di titik-titik distribusi beras. “Pemeriksaan kualitas beras ini akan dilakukan dua hari sebelum beras disalurkan kepada masyarakat,” imbuhnya.
Menurutnya, pembentukan tim pemeriksaan kualitas beras ini karena adanya laporan kualitas kurang baik yang diterima masyarakat. “Kami berupaya semaksimal mungkin, agar beras yang diterima masyarakat sesuai dengan kualitas atau standar yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Untuk itu, Untung mengharapkan pemerintah provinsi, kabupaten/kota untuk mempersiapkan petugas untuk melakukan pemeriksaan kualitas beras tersebut. “Kami berharap awal Maret ini, petugas dari pemerintah daerah sudah melaporkan diri ke petugas bulog di gudang, demi kelancaran dan percepatan pendistribusian beras kepada 32.151 jiwa rumah tangga sasaran (RTS) yang tersebar di kabupaten/kota,” harapnya.
Sebanyak 32.151 jiwa RTS tersebut tersebar di kabupaten/kotadengan rincian RTS di Kabupaten Bangka 9.182 orang, Bangka Barat 4.744 orang, Bangka Tengah 6.972 orang, Bangka Selatan 5.512 orang. Selanjutnya, RTS di Kabupaten Belitung sebanyak 623 orang, Belitung Timur 1.228 orang dan RTS di Kota Pangkalpinang sebanyak 5.512 orang dan masing-masing RTS mendapatkan jatah beras 15 kilogram beras per bulan secara gratis. (ant/rb)