Buntut Kepsek dan Anak Terpapar, KBM Tatap Muka di Beltim Batal

by -
Buntut Kepsek dan Anak Terpapar, KBM Tatap Muka di Beltim Batal
Kepala Dinas Pendidikan Belitung Timur Amrizal.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Buntut Kepsek dan Anak Terpapar, KBM Tatap Muka di Beltim Batal Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Belitung Timur (Beltim), Amrizal, bakal meninjau ulang bahkan merencanakan pembatalan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan sistem tatap muka di sekolah. Hal itu disampaikannya, terkait adanya guru dan siswa SMP yang terpapar virus Corona atau Covid-19.

Padahal sebelumnya, Dindik Beltim telah merencanakan adanya sekolah contoh yang akan melaksanakan pembelajaran di sekolah dengan sistem tatap muka. Jadwal yang direncanakan yaitu pada tanggal 3 Agustus 2020 bulan depan.

“Sekarang ini kami memang berencana tanggal 3 Agustus 2020, untuk buka tatap muka. Tetapi dengan adanya kasus yang terjadi, salah satu warga kita yang terkena covid ini kita masih mempertimbangkannya. Khususnya sekolah yang bersangkutan mungkin tidak akan buka dulu, sebagai contoh,” kata Amrizal, Selasa (21/7).

Amrizal menerangkan, sebelumnya telah ditunjuk ada 5 sekolah contoh di Beltim. Yaitu SMP Negeri 1 Manggar, SMP Negeri 3 Manggar, SMP Negeri 1 Gantung, SMP Negeri 1 Damar dan SMP Negeri 1 Kelapa Kampit.

“Semula yang rencananya buka di bulan Agustus. Tapi ini kami pertimbangkan kalau memang sekolah itu memang ada warganya yang terpapar covid-19, tentunya kita tidak akan buka itu,” tukas Amrizal.

Bagi kami keselamatan anak-anak itu yang utama. Jadi kita masih bisa menggunakan pembelajaran sistem daring. Tapi perlu diingat, kami tetap melaksanakan sosialisasi-sosialisasi tentang covid-19 ini di sekolah. Jadi bukan tatap muka, jadi sosialisasi,” imbuhnya.

 sosialisasi ini kata dia dilaksanakan sekolah dengan cara mengumpulkan beberapa orang tua siswa, guru, murid. Kemudian diberikan pembelajaran bagaimana sekolah, bagaimana sampai ke sekolah, bagaimana pembelajaran dan bagai mana pulangnya.

Semua itu kata dia akan dijelaskan kepada wali murid. Oleh karena itu, dirinya berharap jangan sampai nanti pada saat memasuki zona hijau, KBM tatap muka di sekolah tidak siap. Maka dari itu telah disiapkan dengan cara sosialisasi.

Saat ini kita tetap mengutamakan protokol kesehatan. Kita sudah mempunyai protokol kesehatan yang telah disepakati oleh 4 menteri. Syarat utamanya itu kan harus menjaga kebersihan dan sebagai kesehatan guru dan siswa harus betul-betul kita utamakan,” tandasnya. (dny)