Bunuh Orang Dengan Sadis, Peson Didakwa Pasal Berlapis

by -
Bunuh Orang Dengan Sadis, Peson Didakwa Pasal Berlapis
Terdakwa Peson saat duduk di kursi pesakitan.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Dinilai melakukan pembunuhan sadis, Darwin alias Peson (41) didakwa JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung dengan empat pasal. Dakwaan dibacakan JPU Tri Agung Santoso saat sidang perdana di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Senin (31/5).

Di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan yang diketuai Anak Agung Niko Brama Putra, JPU mendakwa Peson Primair Pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), Subsidair Pasal 338 KUHP, Lebih Subsidair Pasal 355 KUHP, Lebih-lebih Subsidair Pasal 351 Ayat 3 KUHP.

Pasalnya, dalam kasus ini Peson melakukan pembunuhan berencana terhadap Muhammad Nur Ilham, di kontrakan Air Ketekok, (18/12) tahun lalu. Malam itu sebelum kasus pembunuhan sadis, Peson sedang berada di tempat hiburan malam (Sari Laut) bersama istrinya.

Setelah itu, dia ditelepon oleh seseorang yang mengadu ke Peson, Ilham telah berbuat onar di tempat kerjanya. Yakni di Dragon Zone yang ada di kawasan Paal Satu Tanjungpandan. Mendengar aduan tersebut, Peson langsung menuju ke lokasi. Namun setiba di Dragon Zone, korban Ilham sudah tidak ada di tempat.

Kemudian Peson pulang ke rumahnya untuk mengambil pisau. Lantas, dia kembali lagi ke Dragon Zone. Setiba di tempat ia bekerja, Peson mencari saksi atas nama Tebo. Dia berkata kepada saksi untuk diantarkan ke tempat Wito. Sebab, Peson mengetahui keberadaan korban di kontrakan Wito yang ada di Jalan Telex.

Pada saat itu Peson membonceng saksi. Setiba di kontrakan Peson langsung masuk dan melihat korban sedang duduk. Keduanya pun sempat terlibat cekcok. Lalu Peson menusukan pisau di bagian uluh hati korban.

Selanjutnya, korban lari ke belakang kontrakan. Namun, korban terus diserang oleh Peson dengan tusukan bertubi-tubi. Saksi winto dan Hera yang mengetahui peristiwa itu berusaha untuk melerai keduanya.

Peson akhirnya sempat keluar rumah. Saat berada di luar rumah, pelaku kembali masuk dan langsung menusukan pisau ke tubuh korban berulang kali. Tanpa ampun, dia memastikan Ilham meninggal dunia.

Usai melakukan pembunuhan sadis, dia memanggil Tebo lalu pergi. Selang beberapa jam kemudian, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi, setelah mendapat laporan dari masyarakat setempat.

Menanggapi dakwaan JPU, Peson yang didampingi Penasihat hukum Heriyanto SH MH dari LKBH Belitung, hanya bisa pasrah. Dia tidak keberatan dengan dakwaan tersebut. “Benar yang mulia,” kata Peson di hadapan Majelis Hakim. Sidang akan dilanjutkan kembali pekan depan, dengan agenda pembuktian. (kin)