Bunuh Sherly, Warga Kecamatan Sijuk Ini Terancam Hukuman Mati

by -
Bunuh Sherly, Warga Kecamatan Sijuk Ini Terancam Hukuman Mati
Rizky (tengah) saat diperiksa di Kantor Kejari Belitung, Rabu (28/4) kemarin.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Tersangka pembunuhan Sherly Novianto diserahkan penyidik Unit Reskrim Polsek Sijuk ke Kejaksaan Negeri Belitung. Pelimpahan berkas tersangka Rizky (18) berikut barang bukti sudah dilakukan, Rabu (28/4).

Pemberkasan kasus pembunuhan berencana di Kecamatan Sijuk ini sudah selesai di tingkat penyidikan alias dinyatakan P21 (lengkap). Selain tersangka, polisi juga menyerahkan barang bukti seperti satu parang yang digunakan dalam menghabisi korban.

Kanit Reskrim Polsek Sijuk Bripka Jaka Setia Utama mengatakan, penyidik sudah memenuhi petunjuk dari jaksa mengenai adanya kekurangan dalam pemberkasan. “Setelah kita penuhi petunjuk dari jaksa, kita limpahkan tersangka ke Kejaksaan Negeri Belitung,” kata Bripka Jaka kepada Belitong Ekspres.

Rizky merupakan pelaku utama kasus pembunuhan terhadap Sherly Novianto, pada Februari 2021 lalu. Malam itu, dia mendatangi rumah korban di kawasan Kecamatan Sijuk dengan membawa sebilah parang.

Setiba di lokasi, Sherly dan Rizky sempat terlibat cekcok adu mulut. Sebab, tersangka menduga kematian ayahnya disebabkan pengaruh ilmu hitam yang dikirim oleh keluarga Sherly Novianto.

Setelah terlibat cekcok, akhirnya Rizky membacok kepala korban berkali-kali. Akibat bacokan parang tersebut, akhirnya korban meninggal dunia saat hendak dibawa ke RSUD dr H Marsidi Judono Tanjungpandan.

Setelah adanya kasus ini, pihak kepolisian langsung melakukan pencarian dan menangkao pria yang sehari-hari bekerja sebagai Satpam tersebut. “Setelah kita lakukan penangkapan, dia mengakui perbuatannya. Dalam kasus ini, kita juga telah melaksanakan rekonstruksi untuk mengetahui kronologis secara langsung,” tukas Bripka Jaka.

Sementara itu, Tri Agung Santoso JPU Kejari Belitung yang menangani perkara ini mengatakan, pihak sudah menerima pelimpahan tersangka berikut barang bukti penyidik dari Polsek Sijuk.

Dia menjelaskan, Pasal 340 subsider Pasal 338 Tentang Pembunuhan Berencana, dan lebih Subsider Pasal 351 Ayat 3 KUHP. Yakni Tentang Penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

“Ancaman hukuman mati atau seumur hidup. Dalam waktu dekat kita akan mendaftarkan kasus ini ke Pengadilan Negeri Tanjungpandan, untuk segera disidangkan,” pungkas Jaksa Tri Agung kepada Belitong Ekspres. (kin)