Bupati Belitung Buka Rapat Kerja Penyusunan Aksi Nasional Geopark

by -
Bupati Belitung Sahani Saleh membuka rapat kerja penyusunan Rencana Aksi Nasional (RAN) Geopark, dengan pemukulan gong di Swiss-Belresort, Tanjung Binga, Kamis (01/08) kemarin.

belitongekspres.co.id, SIJUK – Bupati Belitung Sahani Saleh membuka rapat kerja penyusunan Rencana Aksi Nasional (RAN) Geopark. Rapat ini digelar dalam rangka membangun pemahaman bersama dan meningkatkan kepentingan dalam penyusunan rancangan awal RAN.

Pembukaan rapat kerja nasional (Rakernas) ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem), bertempat di Swiss-Belresort, Tanjung Binga, Belitung, Kamis (01/08) kemarin.

“Rakernas ini dapat memberikan dampak yang sangat mendunia dalam pembangunan suatu daerah yang berkenan dengan masalah geopark. Kita sangat memberikan apresiasi kepada Bappenas ini karena betul-betul mengkomodir kemajuan daerah yang berkenaan dengan perencanaan secara nasional,” kata Sanem.

Sementara itu Direktur Sumber daya Energi Mineral dan Pertambangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Ir Josephat Rizal Primana mengatakan, rapat kerja sangat penting dilaksanakan, karena selama ini belum ada arahan bagaimana membangun Geopark.

“Saya kira ini sangat perlu ya, karena memang selama ini belum ada arahan bagimana membangun geopark, bagimana design geopark, nah rencana aksi nasional ini kita buat sebagai design besar dari pembangunan geopark seluruh Indonesia,” ujar Ir Josephat.

Dia juga mengatakan, rapat kerja nasional bertujuan agar nantinya akan ada acuan standar-standar pembangunan seperti apa. Termasuk apa yang harus ditonjolkan dan arah pembangunannya kemana.

“Di sini kan rencananya untuk menyaring keinginan daerah itu apa, seperti yang memerlukan bantuan-bantuan Nasional. Utamanya adalah mendengar apa saja yang menjadi keinginan darah yang bisa di suport secara nasional,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, ada tiga hal penting dalam pembangunan geopark yang perlu diperhatikan, untuk mengatur kelembagaan dan keuangan. Pertama adalah bagaimana bisa memiliki standar dalam pembangunan geopark.

“Kedua bagaimana kita bisa mendapat standar menganai pengaturan kelembagaan, dan yang ke tiga standar inisiatif keuangan untuk geopark. Jadi tiga hal itu sebenarnya,” paparnya.

Dirinya pun berharap agar nantinya ada kesepakatan secara bersama dari perwakilan geopark seluruh Indonesia.

“Kiranya untuk bisa menyepakati, hal-hal yang mendasar. Contohnya lembaga apasih yang harus dilakukan, apakah lembaga geopark ini bisa permanen atau bisa berubah setiap lima tahun sekali. Nanti semuanya bisa didiskusikan dan disepakati bersama,” tuturnya.

Belitung sendiri menjadi tuan rumah pelaksanaan rapat kerja nasional menurut Ir Josephat, juga sekaligus mengangkat promosi Belitung menjadi Unesco Global Geopark(UGGp). (dod))