Bupati Belitung: Imlek Tak Ada Open House

by -
Bupati Belitung: Imlek Tak Ada Open House
Bupati Belitung, H. Sahani Saleh.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Bupati Belitung Belitung H. Sahani Saleh menghimbau masyarakat yang akan merayakan Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili, dilakukan secara sederhana dan tidak ada istilah “open house”.

“Mereka sudah komunikasi dengan kita, kita nyarankan dengan kondisi Covid-19 yang belum tuntas, selagi ada kasus, saya sampaikan tolong samakan seperti perayaan Idul Fitri kemarin. Jadi mereka tidak ada open house, kerumunanan dan lain-lainnya,” kata Sahani Saleh kepada Belitong Ekspres, Rabu (10/2).

Bupati Belitung juga menghimbau bagi yang melaksanakan ibadah agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Seperti tidak berkerumun atau bisa bergantian sesuai sesi yang mereka telah atur.

“Alhamdulillah mereka menghargai lah dan mereka paham juga kondisi Covid-19 di Belitung, dan mereka telah menyusun SOP di masing-masing tempat ibadah itu,” papar Bupati yang karib disapa Sanem.

Selain itu, Sanem juga menegaskan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung tidak diperbolehkan ke luar daerah. Permintaan ini didasarkan pada surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) nomor 4 tahun 2021 tentang pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah bagi pegawai ASN selama libur tahun baru Imlek dalam masa pandemi Covid-19.

“Jadi dari edaran Menpan-RB, bahwa Pegawai Negeri Sipil, TNI, dan Polri tidak boleh keluar daerah. Berkaitan tahun baru Imlek ini tidak boleh ke mana-mana. Tapi kalau ada orang dari luar Belitung datang ke Belitung, tidak akan mungkin pula menolak mereka, tapi ini ada himbauan dari Menpan RB itu,” tukasnya.

Menurut Sanem, kegiatan bepergian ke luar daerah selama periode tahun baru Imlek ini berlaku sejak 11-14 Februari 2021. Apabila ASN dalam kondisi terpaksa harus ke luar daerah dalam periode tersebut, maka harus terlebih dulu mendapatkan izin tertulis dari pejabat pembina kepegawaian di lingkungan instansinya.

Sanem menyebut, larangan itu diberlakukan dalam menekan kasus Covid-19. Sampai saat ini, kata dia di Belitung masih ada 10 kasus positif Covid-19 dan 9 di antaranya masih menjalani isolasi mandiri.

Sesuai edaran Menpan-RB, apabila ada ASN yang melanggar aturan, maka yang bersangkutan diberikan hukuman disiplin. Itu sebagaimana diatur dalam peraturan pemerintah (PP) Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan PP nomor 49 tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

Erzaldi: Imlek Dengan Prokes

Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili diimbau untuk dirayakan secara sederhana, serta patuh dengan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19. Hal ini ditekankan, mengingat situasi pandemi yang belum usai hingga kini.

Gubernur Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman meminta masyarakat khususnya warga Tiong Hoa dapat membatasi silaturahmi. Tidak ada open house hingga menyebabkan terjadinya kerumunan.

“Imlek tahun ini saya minta masyarakat benar-benar jalankan Prokes. Dan tidak ada yang mengadakan acara kumpul-kumpul atau mengundang orang dalam rangka merayakan Imlek,” ungkap Erzaldi lagi.

Ia berharap, imbauan ini dapat dimaklumi dikarenakan situasi, sekaligus mencegah meluaskan penyebaran virus Corona di Babel yang kian banyak di tiap wilayah kabupaten/kota. “Jadi batasi dengan sebaik-baiknya,” sebutnya.

Ketahuan membuat acara hingga terjadinya kerumunan, Erzaldi menegaskan pihaknya akan bertindak tegas. “Tentunya satgas akan melakukan tindakan ketika ada acara yang menbuat kerumunan tidak resmi,” tukasnya. Silatruhami, menurut dia, bisa dilaksanakan secara virtual seperti perayaan keagamaan lainnya Idul Fitri/Adha dan Natal.

Terapkan Sanksi Denda

Untuk diketahui sebelumnya, situasi terkini kasus penyebaran Covid-19 di Babel per Senin, 8 Februari 2021 tembus angka lebih dari 5.000. Angka ini mengkhawatirkan dengan 781 pasien mendapat perawatan dan angka yang meninggal dunia 91 orang.

Dari data, terlihat bahwa kasus terkonfirmasi di Babel meningkat hingga 14,4%, walaupun diimbangi dengan tingkat kesembuhan yang juga tinggi, serta sudah menyelesaikan isolasi sebanyak 4.560 pasien, namun Gubernur Babel, Erzaldi Rosman tetap memberikan perhatian khusus.

Melihat kondisi terkini, khususnya Kota Pangkalpinang yang marak terpapar Covid-19, Pemprov Babel akan menerapkan pelaksanaan Perda Nomor 10 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 sebagai tindakan pengendalian terhadap masyarakat yang terpapar.

Hal ini diungkapkan Gubernur Erzaldi Rosman di ruang vidcon yang dihadiri oleh Asisten III, Kalakhar BPBD, Kasatpol PP, Kadinkes, Karo Hukum, Kapolda, Kapolres, Dinkes, Kejati, Kejari, dan Kapolres se-Babel.

“Kuncinya, kita harus terus memberikan arahan serta sosialisasi kepada masyarakat, akan tetapi bila semua itu dilakukan tanpa adanya tindakan, maka masyarakat akan santai dan menganggap biasa-biasa saja,” ujar Gubernur Erzaldi.

Untuk itu, kata gubernur yang akrab disapa Bang ER, usai berkonsultasi dengan pusat, kini sudah saatnya pemda mengambil ketegasan. “Saatnya kita tegas dalam menangani Covid-19. Masyarakat maupun pemilik restoran pelanggar protokol kesehatan harus ditindak tegas dengan sidang di tempat karena perda sudah dibuat. Hal ini harus kita lakukan untuk menekan penyebaran secara masif,” tegasnya.

Telah diatur besaran dendanya yaitu Rp 200 ribu bagi pelanggar per orang, dan denda Rp 15 juta bagi pemilik restoran yang melanggar ketentuan. “Dalam hal ini, Pol PP berada pada garis depan karena ini dalam rangka pelaksanaan kepatuhan terhadap perda daerah. Mohon dukungan dari pengadilan, kejaksaan, TNI dan juga Polri. Bagi kabupaten dan kota yang belum memiliki perda, pemprov mengimbau agar segera memiliki perda sendiri,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, denda dapat dikirimkan melalui rekening keuangan daerah masing-masing tempat di mana pelanggar ditilang. Kemudian Bang ER juga mengimbau untuk berkonsolidasi dengan pihak Pengadilan Tinggi, Kejaksaan, karena ini menjadi yang pertama dilakukan sanksi denda. “Kita memberikan apresiasi terkait hal ini kepada Satgas Covid yang telah bekerja keras,” pungkasnya.(dod/jua)