Bupati Beltim Meminta Semua Pihak Hati-Hati Sikapi Informasi Penanganan Corona

by -
Bupati Beltim Meminta Semua Pihak Hati-Hati Sikapi Informasi Penanganan Corona

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Bupati Belitung Timur (Beltim), Yuslih Ihza meminta semua pihak berhati-hati menyikapi informasi penangananan Coronavirus Disease (Covid-19). Hal itu disampaikan Bupati dalam kesempatan konferensi pers di ruang rapat Bupati Beltim, Senin (16/3) kemarin.

“Menyikapi masalah ini kita harus berhati-hati, jangan sampai nanti salah menyampaikan informasi yang menyebabkan blunder,” ujar Yuslih. Dia mengatakan, sebelumnya Pemkab belitung Timur pada tanggal 12 Maret telah menyampaikan terkait kewaspadaan pada virus corona.

Meski demikian, penegasan ulang disampaikan kembali terkait langkah kebijakan yang akan dijalankan Pemkab Beltim dalam konferensi pers yang dihadiri sejumlah media cetak dan online. Antara lain meliburkan sekolah selama 14 hari terhitung sejak tanggal 17 Maret hingga 30 Maret 2020. “Diliburkannya sekolah bukan arti aktifitas belajar dihentikan, namun tetap berjalan dengan arahan dari Dinas pendidikan,” jelas Yuslih.

Yuslih pun mengimbau kepada masyarakat Belitung Timur jangan panik. Tetap, membiasakan diri dan keluarga untuk melakukan gerakan masyarakat hidup sehat, melakukan pemantauan diri jika datang dari daerah yang terjangkit covid-19, serta ikut aktif melaporkan ke Dinas Kesehatan.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan pengendalian penduduk dan keluarga Berencana Kabupaten Beltim Supeni memberikan penjelasan kenapa harus dilakukan selama 14 hari. Dia menjelaskan ketika seseorang kontak dengan apapun yang bisa menginfeksinya dengan Covid-19, maka harus ditunggu minimal 14. Jika tidak terjadi apa-apa, maka orang itu aman.

Menurutnya libur 14 hari untuk memotong rantai penularan, hal ini baru akan berhasil jika semua orang tetap tinggal di rumah masing-masing selama 14 hari tersebut. Selain itu dalam rapat juga disampaikan akan adanya pembatasan kegiatan perjalanan dinas, namun tidak menghentikan seluruhnya. Perjalanan dinas yang bersifat koordinatif kemungkinan besar dihentikan kecuali perjalanan dinas yang dianggap penting.

Apotek Jual Harga Masker di Atas Normal Diberi Sanksi

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Beltim, Yulhaidir mengingatkan agar apotek-apotek tidak menjual masker di luar harga normal. Dia mengemukakan Dinkes Beltim akan berkirim surat kepada Loka POM untuk melakukan pemantauan kepada apotek dan toko obat yang ada di Belitung Timur.

“Agar ini dapat terpantau dalam kondisi yang terkendali, karena takutnya melihat situasi seperti sekarang harga-harga bisa dimainkan oleh orang,” ujarnya.

Terkait Apotek yang bandel menjual harga di atas normal, Yulhaidir mengatakan sanksi akan dikoordinasikan dengan Loka POM. “Berdasarkan sanksi dari mereka, baru kami lakukan berupa teguran atau peringatan nantinya,” tutup Yulhaidir. (msi)

Editor: Yudiansyah