Bupati Beltim Minta Desa Perhatikan Bantuan Logistik Pasien Isolasi Mandiri

by -
Bupati Beltim Minta Desa Perhatikan Bantuan Logistik Pasien Isolasi Mandiri
Rapat Forkopimda membahas melonjaknya Covid-19 di Beltim.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Mengantisipasi kembali melonjaknya pasien Covid-19, Bupati Beltim Yuslih Ihza menghimbau agar pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah lebih diperhatikan pihak desa, terutama bantuan logistiknya.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Forkopimda yang membahas Langkah Strategis Penangangan Lonjakan Kasus Transmisi Lokal Covid-19, yang dilaksanakan di ruang Rapat Bupati Beltim, Kamis (221/1) kemarin.

“Meningkatnya kasus positif Covid-19 yang sudah menjadi transmisi lokal saya harap agar menjadi perhatian bersama. Khususnya dari Satuan Tugas Covid-19. Dan juga masing-masing desa kami harapkan dapat mengoptimalkan belanja tak terduga di APBD dan penyediaan dapur umum di bawah koordinasi kecamatan,” ujar Yuslih.

Kata dia, seperti yang telah diketahui bersama belakangan ini lonjakan kasus positif virus Corona cukup meresahkan masyarakat. Pasalnya, ada beberapa isu dan kendala yang terjadi terkait penanganan. Yakni, terkait kedisiplinan isolasi mandiri dan lamanya hasil swab.

“Untuk menjadi catatan bahwa kasus positif hingga hari ini berhumlah 114 orang. Dengan rincian 109 orang sembuh, 2 orang dirawat dan 3 orang isolasi mandiri. Saat ini transmisi lokal sudah terbagi menjadi 4 klaster,” terang Yuslih.

Yuslih melanjutkan, 4 klaster itu masing-masing perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit PT Steelindo Wahana Perkasa (SWP) 37 orang, klaster Kementerian Agama Kabupaten Beltim 12 orang, klaster Bank Sumsel Babel 7 orang dan klaster Tungkup 5 orang.

Oleh sebab itu, berbagai kebijakan harus ditempuh untuk menekan angka kasus agar tidak terjadi lagi penambahan. Mulai dari memberlakukan kembali Belajar Dari Rumah (BDR) untuk Pendidikan TK dan SD, memberhentikan izin rekomendasi keramaian sementara waktu mulai 19 Januari 2021.

“Saya minta bagi Dinas Pendidikan untuk lebih memperhatikan kegiatan belajar dari rumah, yang seharusnya aktivitas belajar di rumah tetap dilakukan. Bukan keluyuran di toko, jalan-jalan dan liburan, karena itu sangat meresahkan bagi anak-anak itu sendiri jangan sampai mereka tejangkit,” tukas Yuslih.

“Untuk anak SMP yang masih melaksanakan kegiatan tatap muka, untuk dievaluasi apakah perlu untuk melakukan Belajar Dari Rumah (BDR). Atau tetap Tatap Muka di sekolah dengan ketat dalam penerapan protokol kesehatan dan perhatikan jadwal shift anak-anak,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Yuslih juga meminta Satgas untuk menghimbau kembali agar pasien-pasien tanpa gejala atau memiliki gejala ringan melakukan isolasi mandiri. “Mereka harus disiplin dulu, disiplin harga mati, karena pada fase-fase kalau mereka tidak disiplin klaster akan bertambah dan meresahkan masyarakat sekitar,” sebutnya.

Selain menyiapkan ruangan isolasi untuk kasus Covid-19 dengan gejala sedang dan berat di RSUD Beltm, Satgas juga harus bekerjasama dengan tim di tingkat kecamatan maupun desa untuk menyiapkan tempat isolasi khusus bagi pasien isolasi mandiri.

“Ini agar lebih mudah untuk dikontrol, karena saat diisolasi ada kondisi di mana para pasien isolasi mandiri ini sulit diterima oleh masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Yuslih mengimbau untuk tiap desa dapat mengantisipasi terhadap warga terpapar Covid-19, yang meninggal dunia saat isolasi di rumah untuk dapat mengadakan peti jenazahnya. Kemudian, posko penanggulangan Covid-19 di tiap desa dan di Kecamatan harus segera diaktifkan.

“Termasuk sosialisasi pencegahan, baik melalui media massa atau langsung terjun ke masyarakat untuk lebih diaktifkan dan ditingkatkan kembali. Kemudian penyemprotan desinfektan, razia di lapangan seperti pemakaian masker dan jaga jarak di tempat umum,” tandas Yuslih.

Pemkab Segera Terbitkan Surat Edaran

Pemkab Beltim segera merilis kembali surat edaran mengenai pencegahan penyebaran dan percepatan penanganan virus Corona atau Covid-19, menyusul meningkatnya kasus penyebaran virus corona di Kabupaten Beltim.

Surat edaran isinya terkait pencegahan dan penanganan virus corona. Semua akan diatur ulang, mulai dari aturan ijin keramaian, sekolah, hotel, restoran, tempat pariwisata, ibadah hingga pencegahan dengan penyemprotan, kata Bupati Beltim Yuslih usai Rakor.

Menurut Yuslih, langkah yang diambilnya sudah tepat mengingat Kabupaten Beltim belakangan ini mengalami lonjakan kasus positif yang sudah pada tahap transmisi lokal. Serta ada beberapa isu dan kendala yang terkait penanganan, kedisiplinan isolasi mandiri dan lamanya hasil swab yang meresahkan masyarakat.

Berbagai kebijakan harus ditempuh untuk menekan angka kasus virus Corona agar tidak terjadi lagi penambahan, juga sebagai langkah antisipasi dan pencegahan virus Corona tersebut, kata Yuslih.

Sementara itu, Wakil Bupati Beltim Burhanudin menghimbau kepada masyarakat  agar lebih menerapkan protokol kesehatan dalam segala aktivitas. Diantaranya dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Kita ini harus mencari solusinya seperti yang disampaikan Bupati Beltim karena kita ingin agar penanganan covid-19 di Beltim ini betul-betul transparan.¬† Tujuannya adalah untuk melindungi masyarakat dari dampak covid-19 serta bersama-sama mencegah dan mengendalikan penularan covid-19. Di sisi lain pemda akan tetap melakukan penanganan dengan penyemprotan, razia masker dan sebagainya,” ujar Burhanudin.

Pada kesempatan itu berbagai tanggapan disampaikan juga oleh Ketua DPRD Beltim Fezzy, Kapolres Beltim AKBP Jojo Sutarjo, Kajari Manggar Abdur Kadir, Sekda Kabupaten Beltim Ikhwan Fahrozi dan pimpinan OPD di lingkup Pemkab Beltim. (dny/msi)