Bupati Beltim Siapkan Ruang dan Waktu Khusus untuk Melayani Masyarakat

by -
Bupati Beltim Siapkan Ruang dan Waktu Khusus untuk Melayani Masyarakat
Bupati Beltim, Burhanudin.

belitongekspres.co.id MANGGAR – Pelayanan terhadap masyarakat menjadi perhatian khusus dalam masa kepemimpinan Bupati Beltim, Burhanudin. Bahkan, ruang dan waktu khusus telah disiapkan bagi masyarakat yang ingin menyampaikan masukan terkait pelayanan publik. Ia bersedia menerima ruang dialog pada pukul 08.00 – 09.30 WIB.

“Kami nantinya akan menerima masyarakat dalam pelayanan publik, masyarakat kami persilahkan untuk menyampaikan hal-hal yang berkaitan urusan pemerintahan. Jadi kita siapkan tempat, kita berdiskusi dengan masyarakat pada urusan pemerintahan bukan urusan pribadi,” ujar Burhanudin, Rabu (3/3) kemarin.

Dia mencontohkan, pelayanan publik dimaksud adalah persoalan kesehatan, terhambatnya pelayanan publik bidang kependudukan, pertanahan dan lainnya. Hal seperti itu yang akan dibantu penyelesaiannya bila ada faktor-faktor penghambat di OPD atas apa yang dilakukan sebagai pelayan publik.

“Sekda sebagai pemegang pemangku kepentingan di sekretariat yang menjadi penjabaran tugas dan orang yang menjadi motor kendali OPD juga berharap kedepan bisa lebih efektif dan lebih efisien dalam menyelesaikan persoalan masyarakat,” jelasnya.

Bupati Beltim yang akrab disapa Aan juga menegaskan, pentingnya harmonisasi antar pimpinan. Ia tidak ingin kinerja pemerintah terhambat hanya diarahkan oleh kepentingan-kepentingan yang membuat pelaksanaan pelayanan publik terhambat.

“Karena itu kami berkomitmen dari awal berpasangan sampai akhir melaksanakan tugas dan tidak usah kaget heran kalau saya dan pak Khairil tidak ada gap, tidak ada jarak karena memang saya dan pak Khairil seperti abang dan adik. Beliau usia lebih tua dari saya, jabatan saya lebih tua (tinggi). Kalau saya melawan beliau tula (kualat) kata orang Belitong. Karena itu kami ingin menyampaikan bahwa ini bukan seremonial tapi bentuk komitmen yang dibangun kedepan,” bebernya.

Selain itu, Aan berharap pers membantu mereka untuk menyampaikan pemberitaan yang baik dan benar kepada masyarakat. Namun ia membatasi pers dengan melarang meliput setiap rapat pembahasan yang sedang berlangsung. Sebagai gantinya, pers akan mengikuti konferensi pers seusai rapat di ruangan yang telah disediakan.

“Kepada awak media, kami akan melaksanakan konpres dari setiap hasil rapat Pemda. Apakah pak Sekda yang menyampaikan atau saya yang menyampaikan tapi yang jelas tidak ada awak pers yang ikut rapat diatas. Kalau dulu semua ikut rapat, nah kita berikan kesempatan bisa berdialog,” jelasnya.

Aan beralasan, keinginan dirinya untuk menyampaikan informasi yang otentik tanpa penambahan atau pengurangan. Namun ia tetap menempatkan pers sebagai mitra pemerintah. “Pers adalah bagian dari stakeholder daerah dalam rangka mendukung pencapaian tujuan dari pembangunan di daerah,” tutupnya. (msi)