Bupati Diminta Atasi Keganasan Buaya

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

MANGGAR – Keluarga Imroni, korban serangan buaya di Perairan Mirang Desa Padang Kecamatan Manggar, berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) segera mengambil tindakan keganasan buaya yang mengancam keselamatan nelayan. Khususnya nelayan penangkap udang dengan menggunakan sungkor yang mencari udang di sepanjang bibir Pantai Mirang dan Mudong.

Para nelayan tradisional dan keluarga di Desa Lalang mengaku resah, bahkan sejak peristiwa penyerangan terhadap Imron, Rabu (15/4) lalu tak seorang pun berani untuk turun mencari udang.

“Ditangkap atau diracun saja pak. Suami-suami kami ini jadi tidak berani turun ke laut untuk cari udang. Mata pencaharian suami kami bisa hilang kalau kayak gini,” pinta Istri Imron, Siti Rogaya (42) kepada Bupati Beltim Basuri T Purnama, saat menjenguk keadaan Imron di kediamanannya di Jalan Lalang Desa Lalang Kecamatan Manggar, Senin (20/4) kemarin.

Baca Juga:  Camat Manggar Berikan Total Rp25 Juta ke Pemenang STQ

Siti dan beberapa istri nelayan di Desa Lalang mengakui jika mereka masih trauma dan enggan mencari udang, mengingat masih banyak penampakan buaya di sekitar Pantai Mirang dan Mudong. Mereka bahkan melarang suaminya turun, takut jika kejadian yang menimpa Imroni, akan menimpa keluarganya.

“Kalau bisa secepatnya pak, biar kami ini tenang. Kalau masih ada buaya yang ‘nakal’ tidak ada yang berani. Kalau perlu panggil dukun atau pawang buaya untuk nangkapnya,” kata Siti.

Menanggapi permintaan warga, Bupati Beltim menyatakan akan membuat perangkap dan juga memanggil pawang yang mampu menangkap buaya. Basuri juga berharap masalah ini akan selesai secepatnya, Ia menekankan tidak mempermasalahkan berapa pun biaya untuk pawang asal nelayan dapat kembali mencari udang.

Baca Juga:  Angin Kencang, Nelayan Harus Lengkapi Alat Keselamatan Laut

“Kita mau cepat selesaikan masalah ini. Kita sudah sejak lama menyurati BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam), cuman belum ada balasannya. Terpaksa ini kita harus cari orang pandainya sendiri, dak masalah harus keluar uang, kasihan nelayan kita tidak bisa turun,” ujar Basuri.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa di kemudian hari, Basuri menghimbau agar para nelayan dapat berkelompok atau bersama-sama mencari udang. “Kalau bisa jangan nyari udang sendiri. Minimal berdua biar bisa saling bantu. Dengan begitu akan jauh lebih aman, kalau ada apa-apa ada yang nolong,” tandasnya. (feb)

Rate this article!
Tags:
author

Author: