Bupati ‘Gerah’ TI Rajuk Marak

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Sanem: Saya Sendiri yang Akan Turun Merazianya
*Wagub Akan Identifikasi dan Evaluasi Soal Perizinan
*Polsek Badau Amankan 2 Penambang di DAS Cerucuk

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Bupati Belitung Sahani Saleh gerah ketika mendengar kabar maraknya aktivitas TI Rajuk di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cerucuk dan sejumlah tempat lainnya. Sanem sapaan akrab Bupati menyatakan, dirinya akan terjun langsung ke lokasi untuk mengambil tindakan.

banner 1200x200

“Saya tidak akan menyuruh siapa-siapa. Besok apabila sudah sempat, saya yang akan merazianya. Saya bawa tukul (palu,red) gede-gede, apa segala macam,” katanya kepada Belitong Ekspres, Rabu (26/7) kemarin.

Sanem tak memungkiri, persoalan tersebut merupakan salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi sekarang ini. “Jadi (jika,red) nanti ada waktu. Saya sendiri yang akan turun merazianya. Siap-siap lah itu,” tandasnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) Babel Abdul Fatah mengatakan, pihaknya akan melakukan sejumlah langkah. Salah satunya adalah akan mencoba melakukan komunikasi dengan para pimpinan penambang-penambang.

“Oleh karena itu, kami akan identifikasi. Kami akan evaluasi, bagaimana dengan keberadaan izin usaha produksi (IUP) yang sudah dikeluarkan,” ujarnya, kepada Belitong Ekspres.

Baca Juga:  Siang Ini Caleg Perindo Jalani Sidang Perdana

Ditambahkan pria yang akrab disapa Pateng itu, kalau misalnya nanti, ternyata (izin produksi,red) mereka tidak aktif, maka akan dievaluasi ulang. Soal ilegal atau tidaknya, itu kata dia merupakan kewenangan dan tanggungjawab dari pada aparat penegak hukum.

“Maksud saya (kewenangan,red), kalau dia (penambang) berada di tataran kabupaten, kewenangannya (izin,red) ada di Provinsi. Maka untuk penegakannya, akan dikomunikasikan dengan aparat penegak hukum,” pungkasnya.

Sementara itu, dua orang penambang diamankan Jajaran Polsek Sijuk, saat tim gabungan melakukan razia TI Rajuk ilegal di Sungai Cerucuk, Badau, Selasa (25/7) lalu. Dua orang penambang itu masing-masing bernama Oni (47) dan Jaka (27) warga Dukong.

Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, satu mesin robin, satu unit mesin domping, tiga buah pipa ukuran empat DIM, satu buah selang ukuran empat dim, satu buah papan ukuran sakan.

Baca Juga:  Bulan Depan, Pembuang Sampah Sembarangan di Belitung akan Dipidana

Kapolsek Badau Iptu Chandra Adi Satria Pradana membenarkan adanya aktivitas pertambangan illegal tersebut. Sebanyak 30 personil gabungan TNI, Polisi dan Pol PP Kabupaten Belitung diterjunkan dalam razia ini.

Dijelaskan Iptu Chandra, penertiban ini menindaklanjuti pemberitaan di Belitong Ekspres beberapa hari lalu, tentang adanya kabar maraknya aktivitas pertambangan diduga illegal di lokasi itu. Setelah, dikroscek ternyata benar.

Namun, sayangnya puluhan orang yang diduga melakukan pertambangan di lokasi sudah tidak ada. Hanya, beberapa orang yang melakukan pertambangan itu. “Akhirnya kami amankan dua orang tersebut,” kata Iptu Chandra.

Untuk tindakan yang diambil Polsek Badau terhadap dua orang tersebut masih dilakukan pemeriksaan. Sebelumnya, pihak kepolisian sudah mendapati informasi tersebut. Namun, kondisi jalan medan itu kendala utamanya.

Untuk mencegah hal tersebut tak terulang kembali, Iptu Chandra sudah melakukan himbauan di sekitar lokasi tambang itu. “Jika di kawasan itu ada aktivitas pertambangan, kita akan tindak tegas,” pungkasnya. (i1s/kin)

Rate this article!
Tags:
author

Author: