Bupati Ingatkan Toko Tak Jual Miras

by -

*Pol PP Tak Segan-segan akan Tindak Tegas

TANJUNGPANDAN-Pemerintah Kabupaten Belitung melalui Bupati Belitung Sahani Saleh meminta kepada toko dan supermarket di Belitung untuk menaati aturan soal larangan menjual minuman beralkohol dan miras. Karena itu, Bupati memperingatkan, terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 yang berlaku efektif 16 April 2015 lalu sebagai bentuk antisipasi dampak negatif dari minuman keras.
“Di kota-kota besar seperti di Surabaya, Jakarta dan Bandung sudah dilaksanakan razia minuman keras, terkait keputusun Peraturan Mentri Perdagangan Republik Indonesia (Permendagri) tentang larang menjual minuman keras dalam bentuk eceran (di toko dan mini market,red),” ujar Pria yang sehari-hari akrab disapa Sanem ini kepada wartawan di Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Belitung, Senin (20/4) kemarin.
Sanem menegaskan, tidak ada toleransi bagi penjual minuman keras di Belitung di toko-toko maupun supermarket. Saat ini Bupati mengaku telah membentuk intelejen Pol PP. Tujuannya, untuk mengawasi dan mengumpulkan informasi toko-toko dan mini market yang masih menjual minuman keras di Belitung.
“Jika sampai terbukti, saya akan sikat toko dan mini market tersebut. Pol PP akan kami tugaskan, secara besar-besaran untuk merazia toko dan mini market yang menjual miras. Tidak ada toleransi lagi, bagi penjual miras,” tegas Sanem.
Sanem mendukung secara penuh apa yang dilakukan Kemendagri. Menurut Sanem, peraturan ini sangat tepat untuk meminimalisir kenakalan remaja. Selain itu, dirinya juga menghimbau kepada pemilik toko dan mini market yang ada di Belitung, agar tidak menjual atau menyediakan miras.
Sanem menambahkan, dirinya meminta kepada Polisi dan Pol PP untuk mengawasi pelabuhan-pelabuhan kecil di Belitung. Pasalnya, pelabuhan tersebut, dijadikan beberapa oknum memasukan arak Bangka di Belitung.
“Kami sudah mendengar informasi ini. Saya tegaskan sekali lagi, perang melawan minuman keras. Jika ditemukan tempat-tempat menjual minuman keras apalagi ilegal, langsung sikat. Karena, minuman ini dapat merusak generasi Belitung,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Belitung Alkar mengatakan, dirinya mendukung apa yang akan dilakukan bupati. Kasatpol PP siap menerjunkan anggotanya untuk memberantas peredaran minuman keras di Belitung.
“Saat ini kami masih belum mendapat perintah untuk terjun langsung ke lapangan. Kita masih menunggu arahan dari Bupati,” ujar Kasatpol PP Kabupaten Belitung, kepada Belitong Ekspres melalui seluler.
Dijelaskan Alkar, berdasarkan pantauan Pol PP di lapangan, tidak ditemukan toko maupun mini market yang menjual miras. Menurut pengakuannya, setelah peraturan permendagri di turunkan, produsen banyak yang sudah menarik barang-barangnya di toko maupun minimarket, menjalankan aturan Menteri.
“Kita akan terus pantau toko-toko dan mini market. Selain itu, kita juga akan menelusur pelabuhan-pelabuhan kecil tentang masuk arang dari Bangka ke Belitung,” pungkas pria berkumis ini.
Sebelumnya diberitakan BE, Kapolres Belitung AKBP Candra Sukma Kumara, akan menindak tegas para pengedar arak dari Bangka yang masuk ke Belitung. Hal tersebut disampaikan Kapolres Belitung saat di wawancara Belitong Ekspres, Selasa (31/3) lalu.
Kapolres Belitung mengatakan, dirinya tidak main-main dalam masalah ini. Pasalnya, Polres Belitung sudah mati-matian berusaha menciptakan suasana kondusif di Belitung, namun yang dari luar malah merusak apa yang selama ini dibangun oleh pihak-pihak berwenang seperti polisi.
“Kita sudah berusaha keras, agar kenakalan remaja yang disebabkan pengaruh minuman keras berkurang. Tapi malah dirusak oleh pihak lain, dan kami tidak akan tinggal diam,” ujar Kapolres kepada Belitong Ekspres kemarin.

Untuk menanggani masalah tersebut. Kapolres akan menugaskan anggotanya untuk mengawasi tiap pelabuhan-pelabuhan tikus (kecil,red) yang ada di Belitung. Dirinya sudah berkordinasi dengan Kasatpolair Kabupaten Belitung AKP Joko Waluyo terkait masalah ini.
“Kami tidak ingin, usaha kita Rabu Sabtu mengelar razia sia-sia. Hanya karena, masuknya arak dari Bangka. Kita akan tindak tegas, jika mereka tertangkap,” tegas Kapolres. (kin)