Bupati: Jangan Ada Gejolak

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Tak Asal Teken Izin, Utamakan Kepentingan Masyarakat Luas
*Investor Jalankan Prosedur, Pihak Kontra Minta Perusahaan Turun ke Warga
TANJUNGPANDAN-Bupati Belitung  Sahani  Saleh menegaskan, pemerintah tidak menginginkan adanya gejolak di masyarakat. Jadi, jangan sampai hanya satu orang atau dua orang lantas bisa merusak persaudaraan antar sesama masyarakat. Apalagi,  itu atas nama kepentingan individu, bukan untuk kepentingan masyarakat banyak.
Demikian dinyatakan Bupati yang akrab disapa Sanem itu saat menerima audiensi warga masyarakat di Mempiu Desa Cerucuk dan calon Investor PT PUS dalam pembukaan perkebunan sawit yang kini dalam proses berjalan setelah izin lokasi dikantongi investor. Pertemuan yang juga dihadiri  camat, SKPD dan instansi terkait, kades dan perangkat desa, serta perwakilan investor berjalan cukup dinamis.
Menurut Sanem, secara administratif pemerintahan, jika memang prosedurnya telah terpenuhi, Bupati sudah pasti mengeluarkan izin. Begitu juga sebaliknya, jika tak memenuhi prosedur aturan  otomatis akan dievaluasi hingga dicabut.
“Dan memang sejauh ini tidak tercantum adanya penolakan masyarakat.  Sebab, kalo itu ada. Maka itu yang terlebih dahulu kita tolak. Jadi, dari latar belakang itulah surat itu kami terbitkan perizinannya,” kata Bupati .
Sanem menambahkan, sejarahnya penerbitan SK bupati atas izin itu, bukan semata-mata Bupati asal teken. Sanem bahkan berkali-kali mengatakan tidak asal tanda tangan. Tetapi, izin itu terbit, adalah betul-betul prosedur dan proses yang panjang. Berdasar penelusuran Belitong Ekspres, izin lokasi yang dimaksud Bupati yakni bernomor 188.45/553/KEP/K.1/I/2014, tertanggal 8 Desember 2014.
“Dan itu pun juga tidak hanya berdasarkan dokumen surat menyurat saja. Tetapi, juga sebelum izin ini terbit, dari jajaran pemerintahan yang terlibat seperti Bappeda dan Dinas Pertanian dan Perkebunan serta dinas terkait sudah tentu semua telah disesuaikan dengan masing-masing aturan yang ada,” jelasnya.
Sanem juga sangat menyesalkan kenapa SK Bupati sudah terbit dan sudah mau jalan, lantas sekarang muncul banyak argumen dan persoalan. Padahal, semua ada aturannya.  “Jika ini mau di PTUN-kan (pengadilan tata usaha negara,Red), bukan hanya Bupati saja. Tapi, semua jajaran pemerintah Kabupaten mulai dari level atas hingga level bawah akan kena imbasnya. Jika mau diperpanjang. Tapi bukan itu (memperpanjang masalah,Red), kita mau cari solusi yang terbaik,” terangnya.
Sanem berharap dengan pertemuan lewat kesepakatan hari ini (kemarin,Red), baik pihak perusahaan maupun pihak pemerintah desa, agar bisa membangun pertemuan lanjutan di desa. “Kita sepakat, pihak perusahaan akan datang menemui seluruh masyarakat untuk membicarakan persoalan ini secara lebih baik lagi. Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan,’’ ungkapnya dengan mengutip sedikit tentang ayat suci untuk lebih meyakinkan niat baik pemerintah dalam membangun daerah.
Dalam audiensi itu, salah satu warga dari pihak yang menyatakan tak setuju, Kasbiran mengatakan, pada prinsipnya masyarakat tidak mempermasalahkan izin yang diterbitkan Bupati. Tetapi, proses dan prosedur dia minta dilihat dengan pasti mulai dari level pemerintahan desa.
Kasbiran mempersilakan nanti pihak perusahaan datang menemui masyarakat, jika memang benar mereka menyatakan setuju atas rencana pembukaan perkebunan ini. Kemudian, lihat seberapa besar masyarakat yang setuju atas rencana itu. Kasbiran juga menyatakan, pembukaan perkebunan besar bukan masalah yang gampang.
Sementara itu, perwakilan PT PUS Ariansyah mengatakan, siap melakukan sejumlah perbaikan jika memang ada yang perlu diperbaiki. Yang jelas, dalam proses perizinan ini menurutnya sudah sesuai prosedur sehingga izin dari Bupati pun telah diterbitkan.
“Sebab, sejak awal sosialisasi tentang rencana ini kepada masyarakat, tak ada masalah, hingga adanya kesimpulan tim 11 dari isntansi terkait yang merekomendasikan tentang pembukaan perkebunan ini. Seperti dari Bappeda, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan, BPN, Kecamatan hingga Desa. Semua sudah oke dan berjalan sesuai prosedur karena niat investor yang asli Putra Belitong itu memang benar-benar mau memajukan daerah,’’ ungkap Ari kepada Belitong Ekspres.
Ari menambahkan, pihaknya tidak segan-segan membawa sejumlah hal yang dituduhkan ke perusahaan ke ranah hukum. Sebab, ada tudingan seolah ada hak yang tidak benar dilakukan selama proses perizinan.  “Dan kami akan tetap membawa persoalan ini (tuduhan,Red) ke ranah hukum, jika itu (tuduhan,Red) tidak terbukti,” singkatnya.(mg2)

Rate this article!
author

Author: