Bupati Komitmen Berantas Buta Aksara Al-Quran

by -

MANGGAR – Bupati Belitung Timur (Beltim), Yuslih Ihza, SE mendukung upaya pemberantasan buta aksara Al-Quran di Kabupaten Beltim. Salah satu komitmen tersebut ditunjukan dengan mendorong anak anak memperlajari, mengamalkan dan mempedomani Al-Qiran dalam kehidupan sehari hari.

Hal ini disampaikannya pada saat kegiatan Wisudawan dan Wisudawati 907 Santri di halaman Mesjid Agung Darussalam Manggar, Ahad (29/5) kemarin.

Bukan hanya itu kedepan Yuslih menegaskan dan menambahkan dengan merealisasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2014. Melalui Dinas Pendidikan agar dapat menginstruksikan kepada seluruh Kepala sekolah agar siswa tamatan SD yang masuk sekolah lanjutan SMP harus memiliki ijazah yang dikeluarkan TK/TPA BKPAKSI. Disamping itu pemerintah akan menunjuk atau bekerja sama dengan organisasi Independent BKPAKSI dalam membina TPA yang mengeluarkan dokumen buta aksara Al-Quran.

“Pendidikan santri TK/TPA Al-Quran adalah salah satu pendidikan yang tepat,yang membawa misi penting bagi santrinya untuk memperkenalkan dan menanamkan nilai nilai Qur’ani sejak dini, kepada anak anak Kita. Dan, Saya sangat mengapresiasi yang tinggi dan menyambut baik gerakan pengentasan buta huruf Al-Quran. Untuk itu Pemerintah akan mendukung program yang dijalankan oleh BKPAKSI Beltim,” ungkap Bupati Beltim.

Menurut Yuslih, Wisuda bukanlah akhir dari belajar ilmu agama, Akan tetapi ilmu agama akan terus dipelajari.

“Dengan ini mohon dukungan kepada Ustadz dan Ustadzah untuk membangun Beltim, dalam hal pembinaan mental dan spiritual serta akhakulkarimah disamping itu dapat meningkatkan kompetensi dalam mendidik santri santri TK/TPA Al-Quran. Pemerintah Daerah juga berupaya untuk memberikan intensif kepada guru guru TPA dengan harapan TK/TPA dikelola secara profesional,” ujarnya.

Oleh karena itu, dikatakan Yuslih, Wisuda I santri TK/TPA Al-Quran kali ini merupakan langkah strategis, agar anak anak kedepan dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi penerus insan insan Qur’ani yang sholeh dan sholeha, berakhlak, sehat, cerdas, berpikir kreatif, mandiri, dan memiliki rasa kepedulian sosial yang tinggi agar berguna bagi agama, bangsa dan negara.

Bupati Beltim, juga menyadari, guna mewujudkan keinginan tersebut harus di mulai sejak dini. Sebab, tumbuh menjadi anak sholeh dan sholeha perlu dukungan yang maksimal dari seluruh pihak. (feb)