Bupati Minta SKPD Tangani Isu Bakso “Tikus”

by -

*Sanem: Untuk Masyarakat, Jika Tak Ada Anggaran, Ya Dianggarkan

TANJUNGPANDAN-Bupati Belitung Sahani Saleh akhirnya angkat bicara soal isu bakso daging tikus yang membuat pedagang bakso di Belitung terkena imbas. Karena itu, Bupati meminta kepada satuan kerja perangkat dinas (SKPD) terkait untuk segera menindaklanjuti masalah isu yang merugikan para pelaku UKM ini.
“Terutama hal yang bersangkutan dengan masyarakat harus segera ditindaklanjuti. Ini kepentingan rakyat jangan hanya karena (tidak ada,Red) anggaran. Kalau masyarakat segera ditanggapi jangan hanya anggaran,” tegas Sanem di Kantor Bupati Belitung, Selasa (25/8), kemarin.
Seperti diberitakan sebelumnya, isu sesat bakso daging tikus yang merebak di kalangan masyarakat telah membuat kondisi penjualan warung  bakso ikan maupun bakso daging sapi terimbas. Bahkan, beberapa pelanggan terpaksa menahan makan bakso karena termakan isu bakso tikus yang sudah jelas-jelas tak berdasar dan tak bisa dipetanggungjawabkan tersebut
Menurut Bupati yang akrab disapa Sanem ini, hal-hal seperti ini harusnya dianggarkan. Itu penting untuk mengantisipasi keresahan masyarakat dengan cara mengambil sampel. “Mestinya segera ditinjaklanjuti,” tukas Sanem.
Isu bakso daging tikus belum ditanggapi serius oleh SKPD terkait. Meski hanya isu namun jika meresahkan masyarakat, pemerintah harus tanggap.
Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Lingkungan Maju Ketaren mengatakan, SKPD-nya tidak ada anggaran untuk pengambilan sampel. Ia juga menyebut peralatan untuk pengujian di Belitung tidak lengkap. “Kita hanya melihat formalin borak, pewarna, itu yang kita lihat. Kalau itukan mencampur daging sama daging, gak bisa, gak ada alat kita,” tukasnya.
Sementara ini, Dinas Kesehatan melalui bidang hanya mengatisipasi dampak bagi kesehatan. “Saya rasa SKPD mana yang berhak untuk mengawasi itu. Yang menentukan bukan daging asli harus ada SKPD yang mengawasinya,” kata dia.(ade)