Bupati: Proyek Listrik Hibrid dari Pusat

by -2 views

*DPRD Bilang, Lebih Baik Disel, Bupati Pahami Energi Baru dan Terbarukan

foto-B-HL.-Aki-sebagai-penampung-energi-listrik-tenaga-Hibrid.---Copy

TANJUNGPANDAN-Setelah muncul pemberitaan di media, mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Angin dan Surya (Hibrid) lima tahun mangkrak, kini DPRD maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung melalui Bupati, angkat bicara. Meski ini adalah program dari Pemerintah Pusat, namun pemerintahan di daerah merasa perlu mengevaluasi proyek yang terkadang justru Pemda sendiri tak mengetahui secara detil. Bupati dengan tegas menyatakan ini adalah proyek dari pusat.

Sementara Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Belitung Syamsir mengatakan, Kepala Desa (Kades)  harus aktif dalam persoalan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH), yang sudah tidak berfungsi lagi.
“Pembangkit Listrik Tenaga Angin dan Surya (Hibrid) tentu harus dikaji dengan benar kalau tidak percuma saja,” ujar syamsir Dapil daerah Kecamatan Membalong.

Kata Syamsir, tidak hanya hibrid di daerah Pulau Seliu saja yang mangrak. Tapi, di daerah Ujung Gersik Selat Nasik juga macet. Lantas, pembangkit Hibrid seharusnya dikaji dengan perhitungan yang pas.

Syamsir menjelaskan, dana perawatan tenaga Hibrid ini cukup besar. Selain itu, tenaga Sumber Daya Manusia (SDM)-nya juga harus berkompeten di bidangnya, sehingga bisa pengoperasian pembangkit dengan baik.
Menurut Syamsir, pemerintahan desa yang lebih tahu secara jelas dan akurat atas kejadian di lapangan. Lantas, Pemkab desa harus membuat laporan, dan dari laporan tersebut bisa menjadi kajian dan pembahasan DPRD.
“Di Seliu kan sudah ada Disel, lebih baik jika dilakukan penambahan daya dari pada membuat pembangkit listrik Hibrid,” jelasnya pada Belitong Ekspres Selasa (7/6) kemarin.

Syamsir menjelaskan, ke depan lebih baik jika Pemkab membuat program kegiatan yang bisa dinikmati langsung masyarakat. Sebab, Pembangkit Listrik Tenaga Angin dan Surya jika tidak dihitung secara pas akan percuma. “Perawatan listrik tenaga hibrid perawatannya tidak sedikit, lantas kalau itu dari kementerian sah-sah saja,” tukasnya.

Terpisah Bupati Belitung Sahani Shaleh pada Belitong Ekspres mengatakan, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) merupakn proyek Pusat dari Kementerian ESDM untuk kebutuhan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) untuk daerah pulau-pulau.

Bupati Belitung yang akrab di sapa Sanem menjelaskan, pembangkit listrik tersebut baru tahap uji coba dan analisa. Lantas, seperti di Pulau Gersik yang hanya bertahan beberapa waktu. “Seperti di Daerah Gersik daya yang dihasilkan hanya sekian namun penggunaannya over dosis,” ujar Sanem.

Sanem berharap, ke depan energi listrik tenaga Hibrid ini menjadi lebih maksimum.”Ini baru direncanakan untuk wilayah pulau untuk energi terbarukan dalam memanfaatkan tenaga angin dan surya,” pungkasnya.

Seperti diberitakan BE sebelumnya, Ketersediaan listrik menjadi dambaan warga Desa Pulau Seliu, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung.  Namun sayangnya, salah satu proyek pembangkit listrik, yaitu tenaga angin dan surya (Hibrid) di pulau yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan ini, mangkrak.

Proyek Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Babel ini, sudah mangkrak hampir lima tahun sejak dibangun tahun 2010 silam. Instalasi Pembangkit listrik Tenaga Hibrid hanya bisa dinikmati satu tahun. Proyek Energi Baru dan Terbarukan (EBT) miliaran rupiah, yang mengaliri 30 rumah kepala keluarga (KK) kurang mampu ini, rusak dan tidak bisa diperbaiki.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat Pulau Seliu, rusaknya pembangkit listrik ini dikarenakan pihak desa tidak mempersiapkan tenaga pengelola yang berkompeten. Lantas, setelah rusak pemerintah desa juga tidak bisa menganggarkan untuk perbaikan dan biaya operasional lainnya.

Pemerintah desa takut untuk menganggarkan biaya operasional karena pembangkit listrik Hibrid, belum menjadi aset desa. Hingga saat ini serahterima aset tidak pernah dilakukan oleh pihak Distamben Provinsi Babel ke pihak Desa Pulau Seliu.

Anggota BPD Pulau Seliu Bustari membenarkan, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid, tepatnya berlokasi di belakang lapangan bola desa tersebut , belum diserahterimakan. Kata dia, pemerintah sudah berulang kali melayangkan surat ke pihak Distamben Provinsi. Namun, hingga dua kali pergantian kepala desa belum juga mendapat respon.

“Kalau misalnya sudah diserahterimakan ke pihak desa, biaya operasional pasti bisa dianggarkan dan kerusakan bisa diperbaiki. Tapi hingga saat ini serahterima dari pihak Distamben Provinsi belum ada,” ungkap Bustari kepada Belitong Ekspres, Minggu (5/6). (mg1/yud)