Bupati Serahkan pada Pengguna Anggaran

by -

*Sebagian Pedagang Pingin Kembali, Tak Ingin Dipermainkan

MANGGAR-Sementara itu, Bupati Beltim Yuslih Ihza diwakili Bupati Beltim, Burhanudin usai rapat di DPRD, Rabu (7/9), kemarin mengatakan, keputusan dan keberlanjutan proyek renovasi dikembalikan kepada instansi teknis yakni Disperindagkop Beltim selaku Pengguna Anggaran (PA). Kajian regulasi juga dikembalikan lagi kepada Pokja ULP Pemkab Beltim. Sebelumnya, di dalam rapat, berbagai instansi terkait menyiratkansulitnya memaksakan proyek renovasi ini.

“Karena PA-nya Disperindagkop, maka akan kita kembalikan kepadanya, sementara hasil rapat juga akan kami sampaikan kepada Pak Bupati,” terang pria yang akrab disapa Aan itu.

Selain itu, Aan juga mengatakan, jika memang untuk dianggarkan melalui dana APBD mungkin sulit, tapi pastinya ini akan tetap disampaikan kepada Bupati. Sebab, saat ini pemerintah tengah merasionalisasi sejumlah pos anggaran karena APBD Perubahan 2016, yang sedang dalam tahapan pembahasan.

“Kalau misalnya ini gagal, solusinya akan dibahas di rapat khusus. Dan ada yang harus dipikirkan mengenai tata kelola penempatan pedagang di Pasar Mekar Jaya. Itu juga ada di dinas teknis¬† yang akan melakukan,” pungkas Aan.

Sementara itu, pedagang khusus kain/pakaian pasar, Rosalinda, menginginkan untuk dipindahkan ke lokasi lain. Ia beralasan, karena semenjak ditempatkan di pasar Desa Mekar Jaya, khusus pedagang pakaian, nampak suram jarang disentuh pembeli.

Ia juga menuturkan keinginan kembali ke Pasar Lipat Kajang Manggar. Mereka mengeluhkan lokasi mereka di Pasar Mekar Jaya karena persoalan prospek titik berjualan.

“Kalau mau kembali ke Pasar Lipat Kajang, ya pindah lagi. Kalau mau tetap di sana (Pasar Mekar Jaya, red), tapi kami minta untuk diberikan lokasi yang layak, dan pantas,” harapnya.

Sebenarnya beragam permintaan pedagang di dalam rapat, seperti yang disampaikan oleh seorang pedagang, Hamzah, ia meminta kepastian renovasi.

Secara pribadi dirinya tidak mau kembali ke Pasar Lipat Kajang jika tidak benar-benar direnovasi. Menurutnya, pedagang harus menanggung banyak kerugian jika harus berulang kali direlokasi.

“Saya tidak mau menyalahkan siapa, bikinlah senyaman-nyamannya, ajak kami, maunya bagaimana. Jangan sampai beberapa kali pasar itu dilakukan renovasi, jika mau dibangun, maka bangunlah sebaik mungkin. Jangan baru pindah beberapa tahun, terus pedagang akan dipindahkan kembali, kami tidak mau dipermainkan, kalau dibangun kami pastinya mau pasar itu tetap kokoh,” harap Hamzah.

Senada disampaikan pedagang lainnya, jika memang ini dibatalkan, mereka minta untuk dikembalikan ke Pasar Lipat Kajang, meski apapun jadinya. “Jika ini batal, maka kami meminta untuk dikembalikan dan berjualan dipasar lama (Lipat Kajang). Dan itu pun jika memang diperbolehkan, jika pun tidak kami akan menunggu secepatnya kepastian yang akan diputuskan oleh dinas teknis,” tuntas pedagang Ikan,Arsyad.(feb)