Bupati Tak Setuju Pendirian Mall

by -

*Rektor Ukrida: Pasar Tradisional  Tapi Modern

TANJUNGPANDAN-Apa yang disampaikan Bupati Belitung dalam acara Ukrida Ukrida National Conference, di BW Suite, Kamis (3/9) kemarin, sedikit menjawab, soal rencana pendirian mall di bekas pabrik keramik di Kolong Keramik, Jalan Ahmad Yani, Lesung Batang. Sebab, nampak Bupati yang tidak menyetujui pendirian pendirian mall maupun minimarket modern di Belitung
Bupati Belitung Sahani Saleh mengatakan, pembangunan mall di Belitung dikhawatirkan akan bisa mematikan sekto rusha UKM (usaha kecil dan mikro). Karena itu, Belitung tidak buru-buru menerima jika ada investor ingin membangun mall besar maupun minimarket franchise/waralaba.
“Makanya yang ingin bangun mall tunggu dulu. Kalo mau mendirikan itu seven eleven, indomaret silakan di sana (desa pelosok,Red) ,” kata Bupati yang akrab disapa Sanem dengan sedikit bercanda di hadapan peserta.
Pada paparan acara tersebut Sanem mengatakan, pertumbuhan UKM di Beltiung sangat pesat beberapa tahun terakhir. Saat ini sudah hampir 400 UKM yang dibina di Galeri KUKM Kabupaten Belitung. Sedangkan UKM adalah salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian rakyat. “Ini maaf ya, saya berfikirnya secara kampung,” kata Sanem panggilan akrab Bupati.
Sementara Rektor Ukrida Aristarchus mengatakan setuju dengan konsep Bupati. Menurutnya, mall dengan modal besar tanpa keterlibatan UKM lokal tidak baik untuk Belitung. “Kalau partisipasi lokal kecil pasti tidak mendukung Belitung sendiri untuk berkembang,” tukasnya.
Jalan tengahnya, lanjut dia,¬† yaitu membuat konsep pasar tradisional modern. Tergantung kultur masyarakat. Ekonomi naik jika masyarakat menyukai diri sendiri atau produk sendiri. “Kalau saya lebih senang pasar tradisional secara modern,” ujarnya. (ade)