Bupati Yuslih Inginkan Setiap Anak Mampu Baca Al Qur’an

by -
Pemberian insentif dan pakaian kepada guru-guru TPA se Kabupaten Beltim, yang dilakukan langsung oleh Bupati Yuslih Ihza.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Bupati Beltim Yuslih Ihza menginginkan setiap anak-anak dari keluarga muslim di Kabupaten Beltim mampu membaca Al Qur’an. Kemampuam tersebut tentu harus didukung pula oleh ustad/ustadzah pengajar Al Qur’an di seluruh TPA.

Hal itu dikatakan Yuslih saat menyerahkan insentif dan pakaian muslim bagi guru-guru TPA, Selasa (30/7) di halaman kantor Bupati Beltim. “Ini juga akan berdampak pada akhlak mereka (anak-anak, red). Kalau tidak pandai mengaji, bagaimana mau sholat karena sholat ada bacaan Al Qur’an misalnya surah Al Fatihah,” ungkap Yuslih.

Yuslih juga menginginkan agar guru-guru TPA mengajar dengan penuh keikhlasan. Insentif yang diberikan oleh Pemerintah daerah bukanlah satu-satunya tujuan mendidik dan mengajarkan Al Qu’ran.

“Kita harapkan dengan adanya insentif, mereka (guru) semakin giat kedepan. Jangan lihat nominal duitnya tapi jadikan sebagai ibadah. Bagaimanapun ini amal jariyah mereka seumur hidup sampai mati,” kata Yuslih.

Yuslih menegaskan, pemberian insentif dan pakaian muslim bagi guru-guru TPA se Beltim juga merupakan bentuk perhatian, kepedulian dan terima kasih Pemerintah daerah.

“Ini adalah bentuk perhatian, kepedulian dan terima kasih Pemkab Beltim pada mereka karena telah mendidik anak-anak kita, anak-anak Beltim agar pandai mengaji sehingga mereka tidak buta Al Qur’an,” ujar Yuslih.

Kabag Kesra Setda Beltim, Sarjana mengungkapkan pemberian insentif bagi guru TPA selalu dianggarkan setiap tahun oleh Pemerintah daerah Kabupaten Beltim. Tahun ini besaran insentif yang diberikan meningkat jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Terjadi peningkatan dari tahun lalu sejumlah Rp. 300 ribu perbulan sekarang menjadi Rp. 450 ribu perbulan,” kata Sarjana.

Sarjana menambahkan, pemberian insentif diberikan dua kali setahun dengan mekanisme pembayaran per semester. “Untuk pemberian insentif sejumlah 560 ustad ustazah dari seluruh TPA di Beltim. Ini termin pertama atau semester pertama selama 6 bulan. Memang mekanisme pembayarannya per semester dan tidak perbulan karena terlalu repot,” ujar Sarjana.

“Untuk baju muslim juga sama, ini akan tetap kita upayakan anggarkan setiap tahun dan sebisa mungkin mereka mendapatkan insentif,” ulasnya. (msi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *