Buruh Perempuan Datangi Kantor Bupati

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Protes Kebijakan PHK Sepihak PT SC
*Wabup akan Panggil Pihak Perusahaan

IMG_4685

Belasan buruh perempuan yang di PHK sepihak oleh PT.SC  saat berdialog dengan Wakil Bupati Beltim, Zarkani Mukri.

MANGGAR – Belasan buruh perempuan yang bekerja di Perusahaan sawit PT.Sawindo Cemerlang (SC) Desa Kelubi Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mendatangi Kantor Bupati Beltim, Kamis (23/4) kemarin.

Kedatangan mereka untuk memprotes kebijakan perusahaan yang melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) secara sepihak. Mereka di PHK sejak pagi kemarin setelah dikumpulkan di halaman kantor PT. SC yang memperkerjakan sebanyak kurang lebih 40 buruh tersebut.

Karena Bupati Beltim, Basuri T Purnama sedang dinas luar daerah, belasan buruh perempuan ini disambut oleh Wakil Bupati Beltim Zarkani, dan Ketua DPRD Beltim, Tom Haryono, Forkopimda, dan perwakilan Dinsosnakertrans Beltim.

Para buruh ini menuntut pertanggungjawaban pihak perusahan yang memutuskan hubungan kerja sepihak dan meminta pesangon yang sesuai peraturan  berlaku.

Perwakilan pekerja, Marpiah menyebutkan para buruh diberhentikan sepihak tanpa penjelasan dan pememanggilan sebelumnya. “Pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB kamek dipanggil, dan dikumpulkan saat dikumpulkan kamek langsung disuroh bagi barisan lalu nyebut bahwa kamek diperhentikan,” ujar Marpiah.

Baca Juga:  Gangguan Katarak di Belitung Timur Masih Cukup Tinggi

Selain itu, Kata dia mereka juga diberhentikan sepihak hanya dengan janji akan diberik uang pesangon sebesar Rp 1.250.000. ”Jadi wajar lah kamek nolak muje dak sesuai dengan kerje kamek yang lah begawe 5 tahun,” tegas Marpiah.

Senada halnya buruh perempuan lai yang tak mau menyebutkan namanya. Perempuan setengah bawa ini mengungkapkan bahwa sejak bekerja tidak pernah menandatangani perjanjian kerja.
“Sejak perusahaan berdiri kamek dak isak tandatangan perjanjian kerje. Kamek ingat dulu lahan perusahaan itu punya warga dan rela kamek jual demi dapat penghasilan setiap bulan. Tapi sejak Perusahaan mulai panen, kamek kini dipecat,” ungkap Ibu empat orang anak ini.

Perempuan berusia 45 tahun ini, berharap Pemda Beltim bisa membuka lapangan kerja baru disaat kondisi pertambangan timah semakin lesu karena anjoknya harga.

“Kalo bisa Pemda dapat ngatasi ini, jika pun tidak kiranya dapat muka lapangan kerje idang kamek kedepan e,” sebutnya saat berbincang dengan harian ini.

Baca Juga:  Senam Lansia Ceria Gelar Penyuluhan Kesehatan Gigi

Menanggapi hal tersebut, Zarkani mengatakan bahwa pihaknya akan segera memanggil pihak PT.CS untuk segera memberikan penjelasan terkait PHK karyawannya. Pemkab Beltim juga akan membantu  memediasi persoalan tersebut agar para buruh mendapatkan hak-haknya sebagai pekerja.

“Kami akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut, paling lambat hari Senin (27/4) mendatang pihak perusahaan akan kami panggil. Kemudian karyawan yang di PHK diminta untuk tetap masuk kerja dan jangan menerima uang pesangon tanpa adanya aturan yang jelas,” pinta Zarkani.

Selain itu Ketua DPRD Beltim, Tom Haryono mengungkapkan agar karyawan yang di PHK untuk tetap tenang dan menjaga kekompakan. “Saya minta jaga kekompakan terutam dalam hal mediasi antara Pemda dengan pihak perusahaan,” ucap Tom.
Dalam dialog tersebut berjalan dengan lancar dan aman tanpa unjuk rasa di Kantor Bupati Beltim dan para buruh yang didominasi para Ibu-ibu langsung pulang menanti tindak lanjutnya. (feb)

Rate this article!
Tags:
author

Author: