Butuh Rp200 M untuk Atasi Banjir

by -

*Dana Tersedia Hanya Rp2 M

PANGKALPINANG – Pemkot Pangkalpinang hingga kini terus berupaya meminimalisir banjir di Kota Pangkalpinang. Namun lantaran terkendala anggaran, penanganan pasca banjir 2016 lalu menjadi terhambat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Penataan Ruang Kota Pangkalpinang Suparlan Dulaspar mengakui bahwa penanganan masalah banjir di Pangkalpinang hanya dilakukan seadanya sehingga tidak maksimal. Sebab, katanya,  untuk menangani masalah banjir di Pangkalpinang secara menyeluruh dibutuhkan anggaran sebesar Rp200 miliar.

“Nah yang jadi masalahnya kita tidak punya anggaran sebanyak itu (Rp200 miliar-red). Sekarang ini yang bisa kita lakukan pemiliharaan dan normalisasi bersifat sementara,” ungkap Suparlan usai menghadiri Peringatan Hari Air Sedunia di Kolong Retensi Kacang Pedang, Rabu (22/3/2017).

Menurutnya, jika Pangkalpinang memiliki anggaran sebesar itu, maka penanganan banjir bisa dilaksanakan secara maksimal khususnya untuk pembuatan waduk tempat penampungan air di hulu Sungai Pedindang dan normalisasi serta pengerukan sungai Rangkui.

“Rp200 miliar ini, untuk penanganan banjir dapat maksimal, sebab akan ada waduk, pengerukan dan normalisasi sungai. Tapi karena nggak ada, ya Sekarang kita hanya perbaikan dan pemeliharaan saluran air saja, sedangkan untuk pengerukan seadanya sehingga selalu terjadi sedimentasi,” paparnya.

Di tahun 2017 ini, kata Suprlan, dalam penanganan banjir pihaknya hanya mendapatkan kucuran dana dari APBD Kota Pangkalpinang sebesar Rp2 miliar. Sedangkan untuk anggaran pemeliharan, pihaknya membutuhkan anggaran Rp20 miliar pertahun.

“Jadi ini jauh sekali. Makanya sekarang ini kita hanya bisa memaksimalkan anggaran yang ada. Karena kalau tidak, kita khawatir Pangkalpinang banjir lagi meski kita sudah melakukan pengerukan sungai,” katanya.

Oleh karenanya, sambungnya, melalui peringatan hari air duni ini, pihaknya berharap Pemerintah Pusat melalui Kementerian PU dapat membantu anggaran yang di butuhan guna menangani masalah banjir.

“Kita berharap Kementerian PU dapat membantu kita mengenai penanganan banjir ini. Selain itu kita juga berharap ada bantuan dari pemerintah provinsi, karena banjir Pangkalpinang ini juga dikarenakan aktivitas tambang oleh kabupaten tetangga,” pungkasnya. (pas)