Butuh Uluran Tangan, Bayi ini Akan di Rujuk ke RS Tarakan Jakarta

by -

//Kondisi Benjolan di Kepala Zizi, Semakin Membesar

Bayi berusia satu bulan bernama Anindita Fauziyah (Zizi) pekan ini benar-benar menyita perhatian publik. Bayi dari pasangan Gita dan Sumardi ini, mengidap penyakit meningokel atau kelainan pada tempurung kepala.

Laporan: Ade Saputra Belitong Ekspres

foto box. Kondisi bayima

 

Kondisi benjolan di atas kepala bayi malang Zizi, kini semakin membesar.

Kondisi bayi pasangan warga Desa Tanjung Binga itu, kini semakin sangat memprihatinkan. Terdapat sebuah benjolan di bagian kepala atasnya. Benjolan tersebut kini sudah menyamai besar kepala bayi. Akibatnya sang bayi sukar bergerak.

Saat ini diameter benjolan sekitar 14 hingga 15 cm. Ibu bayi, Gita, mengatakan penyakit Zizi sudah diketahui sejak kandungan enam bulan. Baru diketahui saat USG. Namun saat itu tidak jelas penyakit apa, karena pada diri ibu tidak ada tanda atau rasa aneh apapun.

“Sebenarnye la tahu agak aneh. Ade keliatan waktu USG,” kata Gita di kediamannya di Desa Tanjung Binga, Kamis (12/11) kemarin.

Repotnya, jika disentuh bagian benjolan itu, bayi langsung teriak menangis. Bayi Zizi, rencananya mau dirujuk ke rumah sakit di DKI Jakarta.  Namun karena biaya yang cukup mahal, orang tua Zizi butuh para dermawan. Pekerjaan Sumardi, ayah Zizi, hanya sebagai tenaga honorer di SMK 3 Tanjungpandan. Kepada wartawan ayah Zizi, membeberkan rekening Bank Mandiri jikan ingin memberi bantuan. Yaitu, BANK MANDIRI Nomor 169-00-0052674-6 CABANG TANJUNGPANDAN atas nama SUMARDI.

Kondisi Zizi, juga membuat  Wakil Ketua DPRD Kabupaten Belitung Isyak Meirobie untuk melihat langsung kondisi terkini. Isyak membawa rekannya seorang dokter ahli bedah.

Berdasarkan penuturan dokter yang enggan disebutkan namanya ini, bayi Zizi harus di rujuk ke Rumah Sakit DKI Jakarta. Melihat dari penyakitnya, penyakit seperti ini bisa ditangani. Sebab, penyakit serupa sudah pernah dialami bayi lain, meskipun sangat jarang sekali. “Bisa, di sana kan ada dokter-dokter. Ahli syaraf juga ada,” kata Dokter ini.

Hanya saja penanganannya kata dokter itu harus benar-benar hati-hati. Butuh seorang dokter yang sangat ahli, karena pada proses operasi nanti ada syaraf di bagian kepala yang butuh kehati hatian.

Isyak menambahkan, pada kunjungan langsung ke rumah bayi Zizi, ia sempat komunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Melalui koordinasi tersebut, bayi Zizi dirujuk dan diarahkan untuk dioperasi di rumah sakit Tarakan Jakarta.

Menurut Isyak, rumah sakit tersebut sangat bagus, karena pelayanannya lebih cepat. “Sudah jadi hal umum saat pasien dirujuk dan ternyata sampai jakarta berbulan bulan belum ada tindakan medisnya. Karena itu penting untuk memastikan terlebih dahulu,” kata Isyak.

Ia berharap Sabtu pekan ini bayi Zizi sudah bisa diberangkatkan. Rencananya di Jakarta bayi Zizi dan orangtuanya akan tinggal di Mes Pemda Belitung. Ia berobat dis ana menggunakan BPJS. Mudah-mudahan seluruh biaya operasi gratis.

“Untuk biaya hidup saya dan kawan kawan saya akan juga membantu. Namun tentunya akan sangat baik jika semakin banyak pihak yang membantu,” tukasnya.

Ia menjelaskan, Direktur RSUD Marsidi Judono juga sudah menyanggupi membantu proses rujukan agar lancar ke Jakarta. “Kita sama sama doakan dan bantu juga jika bisa agar bayi ini bisa dioperasi segera dan sembuh normal nanti pasca operasi serta tumbuh kembang menjadi anak yang sehat sesuai harapan orang tua,” terangnya.

Sementara Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) mengatakan Pemda dalam hal ini juga akan memberi kemudahan untuk bayi Zizi. Untuk Mess Pemda juga tidak akan dipungut biaya. Menurut Sanem Pemda siap memfasilitasi Zizi.

“Otomatis itu, pasti itu akan kami bantu. Mereka kan sama-sama warga kita juga,” kata Sanem.

Bayi Zizi saat ini berumur satu bulan. Ia lahir dengan kelainan pada tempurung kepala. Ia lahir tanggal 13 Oktober 2015. Di bagian kepalanya tumbuh benjolan sekitar 9 cm saat lahir. Kini berjolan itu bertambah menjadi 14 hingga 15 cm.

Sang ibu sebenarnya sudah pernah melahirkan anak, sebelum Zizi. Saat ini itu anak pertamanya juga memiliki kelainan pada tempurung kepalanya. Tidak timbul benjolan, namun batok kepalanya terbelah. (ade)