Cabuli ABG, Irul Diringkus Polisi

by -
????????????????????????????????????

*Pelaku Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

????????????????????????????????????
????????????????????????????????????

MANGGAR – Alias Irul (25) Pemuda asal Margarejo Jawa Tengah terpaksa harus mendekam di sel tahanan Mapolres Beltim. Pria yang mengontrak sebuah rumah di kawasan Tebat Gadong, Desa Padang Manggar ini, diduga telah mencabuli anak dibawah umur sebut saja bunga (14) bukan nama sebenarnya

Pelaku diringkus anggota Polres Belitung Timur (Beltim) setelah keluar bunga melaporkan kasus itu ke pihak kepolisian.

Kapolres Beltim, AKBP Nugrah Trihadi S.ik melalui Kabag Ops Polres Beltim, Kompol Yusuf Rusman menerangkan, terungkapnya kasus ini bermula dari kecurigaan keluarga korban yang sejak satu hari tidak pulang ke rumahnya. Setelah ditanya ternyata bunga sempat berada di kediaman Irul yang mengontrak sebuah kost an di kawasan Tebat Gadong Desa Padang Manggar.

“Pelaku Irul, sudah kita bekuk di kediamannya tanpa perlawanan, setelah kita mendapatkan laporan dari pihak keluarga korban,” terang Kompol Yusuf Rusman, saat ditemui di ruang kerjannya, Rabu (22/7) kemarin.

Menurutnya, pencabulan itu dilakukan di rumah pelaku. Kejadian tersebut bermula ketika korban mendatangi pelaku yang berada di kontrakan pelaku di Dusun Tebat Gadong kecamatan Manggar.

Kemudian lanjut Kompol Yusuf, Bunga (korban-red) merayu pelaku dengan cara memeluk dan mencium pelaku. Nafsu pelaku pun terpancing dan langsung melakukan persetubuhan terhadap korban sebanyak dua kali. Pelaku mengakui sebelumnya sering melakukan phone sex hingga membuat korban penasaran.

“Pertama pelaku lakukan pada Lebaran pertama Jumat (17/7). Kedua kalinya dilakukan pada Sabtu (18/7) pekan lalu, sekira pukul 08.30 WIB hingga sempat membuat korban menginap dikontrakan pelaku. Karena dugaan telah melakukan pencabulan anak dibawah umur maka, pelaku kini telah Kami amankan di Mapolres Beltim, untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” jelas Kompol Yusuf Rusman.

Atas perbuatannya pelaku kini harus mendekap di tahanan Mapolres Beltim, berikut dengan barang bukti lainnya, seperti bantal, kondom, pakaian pelaku dan pakaian korban, handphone serta sepeda yang digunakan korban untuk mendatangi rumah pelaku. Pelaku dikenakan pasal 81 dan pasal 82 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

Pelaku saat ditemui di tahanan Mapolres Beltim, mengaku menyesal dan siap mempertanggung jawabkan perbuatannya.
“Aku menyesal bang, dan kini aku harus menerima perbuatan tersebut. Memang kami sebelumnya pacaran dan sering ketemu, tapi karena niat tersebut aku terpaksa lakukan,” ucap pria yang mengaku bekerja di bidang kelistrikan di Beltim. (feb)