Calon Peserta Seleksi Magang Panasonic Dapat Pembekalan

by -
Calon Peserta Seleksi Magang Panasonic Dapat Pembekalan
Pembekalan awal calon peserta seleksi magang PT Panasonic oleh Kepala Disnakerkop dan UKM Beltim sebelum seleksi lanjutan oleh tim Panasonic, 7 Juni mendatang.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Sebanyak 20 orang lulusan SMA sederajat yang akan mengikuti seleksi magang di PT Panasonic mulai mendapat pembekalan dari Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Beltim. Pembekalan ini dimaksudkan untuk memastikan kesiapan mereka menjalani seleksi kesehatan dari tim PT Panasonic yang dijadwalkan pada tanggal 7 Juni mendatang.

Menurut Kepala Disnakerkop dan UKM Beltim Erna Kunondo, awalnya ada sebanyak 27 orang yang mendaftar sejak pengumuman seleksi Panasonic dibuka. Namun beberapa diantaranya mundur karena tidak memenuhi syarat.

“Yang akan diikutkan dalam seleksi sebagaimana pengumuman yang disampaikan diawal Mei, ini seleksi awal. Pesertanya memang kita cari 20 orang. Dari 27 orang ada yang mengundurkan diri dan ada yang tidak memenuhi persyaratan awal,” ujar Erna, Kamis (27/5).

Program magang di Panasonic merupakan kerjasama yang sudah berjalan sejak 2019 lalu. Tahun ini merupakan kali kedua seleksi setelah pada tahun 2020 tidak terlaksana karena pandemi Covid-19.

“Program ini sudah berjalan sejak 2019, kita punya MoU dengan Panasonic. MoU itu berlaku selama 3 tahun berarti sampai 2022, tapi mudah-mudahan nanti setelah 2022 kita masih bisa melanjutkan kerjasama ini,” jelas Erna.

Erna mengatakan, dari jumlah calon peserta magang yang akan mengikuti seleksi tentu diharapkan lolos semuanya. Sebab, jatah kuota magang memang tersedia sebanyak 20 orang.

“Kami berharap 20 orang ini bisa lolos sesuai jumlah kuota 20 orang yang disediakan dari seleksi Panasonic. Kalau ada yang tidak lolos otomatis kuota berkurang. Kita tidak berharap begitu,” jelasnya.

Dikatakan Erna, sejak awal pihaknya berharap pendaftar seleksi magang cukup banyak mengingat kuota yang disediakan banyak. Hanya saja ia mengakui minat masyarakat masih rendah.

“Sejak awal kita sudah umumkan secara terbuka jadi tidak ada yang ditutupi. Kita berharap setelah pemagangan di Panasonic selama 6 bulan, nanti akan ada tindaklanjut seperti 2019 mereka bisa dikirim lagi ke Jepang,” tukasnya. (msi)