Cari Ikan Gunakan Cantrang, Rasmani Segera Jadi Pesakitan

by -
Cari Ikan Gunakan Cantrang, Rasmani Segera Jadi Pesakitan
Tersangka Rasmani saat diperiksa di Kejari Belitung.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Penyidik Kementerian Kelautan dan Perikanan RI menyerahkan Rasmani (43) tersangka kasus perikanan ke Kejaksaan Negeri Belitung, Kamis (3/6). Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Belitung Tri Agung Santoso mengatakan, dia serahkan lantaran penyidik sudah melengkapi berkas kasus tersebut.

Tri Agung menjelaskan, sebelumnya Rasmani yang merupakan nelayan asal Brebes Jawa Tengah diamankan Jajaran Kementrian Kelautan dan Perikanan saat patroli di Perairan Bangka Selatan, Minggu (25/4) lalu.

“Saat itu dia melihat Rasmani sedang mencari ikan di lokasi. Namun saat di periksa, tidak memiliki surat izin daerah penangkapan ikan. Selain itu, Rasmani pada saat mencari ikan, diduga menggunakan cantrang,” terang Agung.

Mengetahui hal itu, dia langsung dia langsung diintrogasi. Lalu ditetapkan sebagai tersangka. Namun Rasmani tidak dilakukan penahan. Mengenai proses penyidikan dilakukan di Kejati Bangka Belitung.

“Namun karena barang bukti ada di Belitung, maka proses persidangan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Belitung. Dalam hal ini barang bukti yang diamankan sebanyak 15 ton ikan,” ungkap Agung.

Agung menjelaskan, dalam kasus ini dikenakan Pasal 100 Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan. Sebagai mana telah diubah dengan UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan.

“Junto pasal 7 ayat 2 huruf c, atau Pasal 7 ayat 2 huruf b bagian ke 4. Yakni Tentang Penyederhanaan Perizinan berusaha sektor serta kemudahan dan persyaratan investasi. Serta Sektor kelautan dan perikanan UU RI Nomor 11 Tahun 2002 Tentang Cipta Kerja,” pungkasnya.

Sementara itu, di hadapan Penyidik Kejaksaan Negeri Belitung Rasmani mengakui perbuatannya. Dia melakukan perbuatan itu lantaran tidak mengetahui adanya Undang-undang tersebut. “Benar. Saya menyesal telah melakukan perbuatan tersebut. Kami mohon keringanan,” kata Rasmani. (kin)