Cegah Maksiat di Bulan Puasa, MUI Belitung Minta Rutin Razia Penginapan

by -
Cegah Maksiat di Bulan Puasa, MUI Belitung Minta Rutin Razia Penginapan
Sekertaris MUI Kabupaten Belitung Drs H Ramansyah.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belitung meminta kepada aparat penegak hukum agar terus melakukan razia di tempat penginapan. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya kemaksiatan di bulan Suci Ramadan.

Dengan razia rutin diharapkan tidak ada lagi seseorang berbuat maksiat di bulan Ramadhan, kususnya pada malam hari. Seperti yang terjadi pada saat Satpol PP Kabupaten Belitung melakukan razia di sejumlah penginapan pekan lalu.

Sekertaris MUI Kabupaten Belitung Drs H Ramansyah mengaku prihatin, dengan ada empat pasangan mesum yang diamankan Satpol PP di penginapan Pagar Alam. Tanjungpandan. Apalagi salah satunya remaja wanita di bawah umur.

“Kami menyatakan prihatin dengan hal ini. Apalagi mereka melakukan maksiat di bulan Suci Ramadan. Seharusnya mereka bisa menahan hawa nafsu di suasana Pandemi Covid-19 ini,” kata H Ramansyah, kepada Belitong Ekspres, Senin (26/4).

Menurut Ramansya, apa yang dilakukan 4 pasangan bukan suami istri tersebut merupakan perbuatan zina yang hukumnya haram dalam ajaran Islam. Apalagi mereka melakukan di bulan puasa.

“Untuk mencegah hal ini perlu dilakukan sinergitas antara masyarakat dan aparat penegak hukum. Maka dari itu, kegiatan razia tempat penginapan dan hiburan malam di wilayah Tanjungpandan perlu dilakukan terus menerus,” harapnya.

Untuk pemilik tempat penginapan juga dminta agar selektif, tidak mudah menerima tamu. Khususnya yang bukan pasangan suami-istri, termasuk anak remaja yang masih di bawah umur. “Di sini juga peran orang tua juga sangat penting. Yakni dalam mengawasi pergaulan sang anak saat berada di luar rumah,” pungkasnya. (kin)