Centrum Arete Gelar Dialog, Reklamasi “Apa Salahnya?”

H Tare salah satu nara sumber dalam debat tentang reklamasi di pesisir pantai Belitung.

H Tare salah satu nara sumber dalam debat tentang reklamasi di pesisir pantai Belitung.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – D Centrum Arete Survey menggelar debat tentang reklamasi di pesisir pantai Belitung yang digelar di Kedai De’ Makmoer, Kawasan Air Saga, Jumat (19/7) malam. Dalam acara yang dimoderatori Dr Syaifuddin Al Mughniy membahas masalah reklamasi ini.

RajaBackLink.com

Sejumlah tokoh masyarakat hadir dalam diskusi tersebut. Di antaranya H Muchtar Mutor (Tare), Juhri, Budi Setiawan, GM Belitong Ekspres Bardian, hingga Calon Anggota DPRD Kabupaten Belitung terpilih Prayitno Catur Nugroho.

Banyak pro kontra dalam proses reklamasi di Tanjungpandan. Misalnya efek buruk yang ditimbulkan akan merusak ekosistem di sekitaran lokasi. Namun dampak posisifnya dengan adanya reklamasi tempat tersebut menjadi maju.

Baca Juga:  6,82 Juta Orang Masih Nganggur

Apalagi di Negeri Laskar Pelangi menjadi destinasi pariwisata Indonesia. Menurut H Tare, adanya reklamasi di Belitung tidak haram. Melainkan belum dihalalkan, lantaran peraturan undang-undang yang jelas.

Dia tidak menolak adanya reklamasi. Namun, banyak hal yang harus dipenuhi. Seperti persyaratan-persyaratan dan aturan hukum yang berlaku. Sehingga, pengusaha tidak seenaknya langsung melakukan kegiatan timbun menimbun.

“Kalau kayak gini, lebih menguntungkan para bos-bos. Sedangkan yang tersiksa masyarakat. Menurut saya Bangka Belitung sangat seksi dengan adanya aktivitas ilegal. Selain pertambangan, ya reklamasi ini,” tegas Tare.

Sementara itu, Prayitno Catur Nugroho mengatakan dirinya mendukung secara penuh adanya reklamasi di Belitung. Hal itu dilakukan untuk membangun perkembangan sektor pariwisata di Negeri Laskar Pelangi.

Baca Juga:  Seminggu, Tiga Warga Beltim Diterkam Buaya

Pria yang akrab disapa Uyung ini menyayangkan tindakan oknum-oknum yang koar-koar bicara menolak reklamasi. Sebab, oknum-oknum tersebut tanpa melihat dari sisi positif, khususnya

pembangunan daerah.
“Sekarang apa yang dirugikan dengan adanya reklamasi di seputaran Tanjungpendam dan Air Saga. Saya tidak ada kepentingan di sini. Namun saya peduli dengan kemajuan Belitung,” ungkap Politikus PPP itu.

“Jika mereka berteriak ilegal-ilegal, lebih ilegal mana merusak hutan dan melakukan pertambangan liar disitu. Berapa hektar hutan lindung yang mereka babat,” sambung Uyung disambut tepuk tangan dari pengunjung kedai tersebut. (kin)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply