Cerai, Briptu Rizki Isap Sabu

by -

*Ditangkap Hendak Pesta Narkoba Bersama oknum PNS

SUNGAILIAT – Sejatinya, setiap persoalan harus mampu diselesaikan. Bukan malah menambah masalah baru. Hal ini yang dialami Briptu Rizki Risdianto. Lantaran cerai dengan istrinya, anggota Polda Babel ini nekat menghisa sabu. Masalah baru pun datang. Ia ditangkap Satnarkoba Polres Bangka, saat hendak pesta narkoba bersama oknum PNS RSJ Sungailiat, Alianto alias Anto.
Menurut pengakuan Rizki, ia nekad mengkonsumsi barang haram tersebut lantaran ia ingin melupakan masalah keluarga yang menimpanya. “Pake narkoba ini baru. Ini gara-gara lagi ada masalah keluarga karena ku baru cerai dengan istri,” akunya, kemarin (17/3).
Katanya, dengan menghisap sabu membuat dirinya langsung bersemangat untuk hidup kembali. Namun ketika barang haram tersebut tak dikonsumsi, membuat dirinya gundah gulana. “Baru pertama kali make ni. Ku beli same Anto (oknum PNS RSJ-red). Karna la lame kenal Antok, jadi amanlah beli same die,” tambahnya.
Pengakuan berbeda diutarakan Anto. Diduga sebagai bandar narkoba jenis sabu-sabu, Anto malah membantah jika dirinya disebut sebagai bandar besar. Dia lebih senang jika dirinya dikategorikan sebagai pengguna atau pemakai narkoba. “Ku bukan bandar. Ku cuma pemakai bai,” kata Anto.
Perihal 6 paket sabu ukuran sedang ditemukan di lemari kamar tidurnya saat penggerbekan Jumat (13/3) kemarin, Anto berdalih bahwa paketan dengan berat 0,4 gram itu memang sengaja ia simpan untuk dikonsumsi secara pribadi. “Barang tu ku beli same Ajew sebanyak 0,4 gram seharga Rp 700 ribu. Barang tu bukan tuk dijual, tapi tuk dipake,” katanya lagi.
Oknum PNS RSJ golongan IIIA yang kini berstatus duda ini juga mengatakan, mereka lebih memilih rumah dinasnya untuk menghisap sabu lantaran mereka menduga lebih aman ketimbang di tempat lain. “Pake di rumah dinas karena tidak ada tempat lain. Agak aman lah kalo disitu,” akunya.
Sementara itu Kapolres Bangka AKBP I Bagus Rai Elryanto., SH., S.Ik., MH kepada sejumlah wartawan mengucapkan terima kasih atas peran serta masyarakat yang turut membantu pihak kepolisian dalam memberikan informasi atas peredaran narkoba yang berada di wilayah hukumnya. “Kita tentunya mengucapkan terima kasih atas keberhasilan pengungkapan ini karena adanya laporan dari masyarakat. Sehingga kami berharap jika masih ada informasi tentang peredaran narkoba ini mohon diinformasikan kepada kita untuk kita tindaklanjuti,” ucapnya.
Akan hal ini, kapolres juga menegaskan jika pihaknya tidak akan tebang pilih dalam menegakkan hukum kepada para pelaku yang terlibat langsung dalam tindak pidana penyalahgunaan narkotika ini. “Siapapun yang dalam tindak pidana penyalahgunaan narkotika ini, tentu kita akan tindak secara tegas tanpa pandang bulu dan siapapun itu kita akan proses hukum. Nanti masalah hukuman berapa, pengadilan yang akan menentukan baik itu menyangkut PNS nya maupun oknum kepolisiannya,” jelasnya.
Untuk anggota Polda Babel yang dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba, kata kapolres proses hukumnya tetap berjalan. “Terhadap anggota juga kita lakukan proses pidana umum. Dengan demikian proses hukumnya kita perlakukan sama baik itu kepada anggota Polri, masyarakat serta PNS yang terlibat,” tegasnya. Namun untuk sanksi yang akan diberikan kepada oknum yang melakukan pelanggaran, kata kapolres itu merupakan kewenangan dari Polda Babel. “Tentunya sanksi berikutnya berada di tangan atasan anggota tersebut. Dan sanksi berikutnya yang akan diberikan kepada oknum anggota polisi ini setelah vonis yang dijatuhkan oleh pihak pengadilan,” tambahnya.
Saat ditanya apakah Polres Bangka akan memberikan penangguhan kepada para pelaku baik itu oknum Polri, oknum PNS serta masyarakat sipil yang mengajukan penangguhan penahanan, ditegaskan kapolres pihaknya tidak akan memberikan penangguhan penahanan kepada para pelaku penyalahgunaan narkotika. “Sampai saat ini belum ada pengajuan penangguhan yang dilakukan oleh pihak keluarga oknum. Tapi ini terkait dengan narkoba, kita tidak akan menangguhkan,” janjinya.
Saat ditanya kembali, status sang oknum anggota Polda Babel ini dalam penyalahgunaan narkotika bertindak sebagai apa? dijawab oleh kapolres untuk sejauh ini sang oknum bertindak sebagai pemakai saja. “Berdasarkan BAP dan keterangan rekanan oknum ini, si oknum ini pemakai. Tapi nanti kita lihat pengenaan pasalnya. Karena bagaimana pun dia inikan anggota Polri, seharusnya dia mengerti. Mirisnya pada saat jam dinas lagi, itu ada sangsi disiplinnya. Karena dia menggunakan narkoba ditempatnya bandar narkoba dan memakai disitu itu sudah masuk pidana umum,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Bangka AKP Joni Hartono menjelaskan, sebelum melakukan penggerbekan terhadap keduanya, Rabu lalu (11/3) pihaknya terlebih dahulu melakukan penangkapan terhadap pengedar narkotika jenis sabu-sabu di daerah Sri Menanti Sungailiat. Tak tanggung-tanggung, pada hari itu, 2 orang pengedar berhasil diringkus tanpa perlawanan.
Dengan tertangkapnya 2 orang pengedar narkoba di lingkungan Sri Menanti ini, pihaknya langsung melakukan pengembangan. “Pada saat kami melakukan penggerbekan disana kami dapati 3 orang yang sedang mengkonsumsi narkoba diantaranya 1 PNS, 1 anggota Polri dinas di Polda dan 1 masyarakat sipil sekitar pukul 10.00 WIB,” ungkap Joni. Berhasil mengamalkan pesta narkoba yang dilakukan oleh Anton Cs, Satnarkoba kembali melakukan pengembangan. Pada hari yang sama, Satnarkoba berhasil mengamankan 1 orang pelaku di daerah Bukit Semut Sungailiat. “Jadi jumlah penangkapan yang dilakukan ini sebanyak 3 LP,” jelasnya.
Lanjutnya, setelah dilakukan pemeriksaan selama 3×24 jam dari sejak para tersangka ini diamankan, kini Anto, Briptu Rizki serta masyarakat sipil atas nama Jaki ditetapkan sebagai tersangka. Sementara itu, untuk Akbar alias Tongtong yang merupakan honorer satpam di RSJ Sungailiat hanya ditetapkan sebagai saksi. Hal tersebut dikarenakan Tongtong tidak terbukti ikut terlibat.
“Untuk Satpam Honorer RSJ Sungailiat itu tidak terbukti. Karena pada sebelum penggerbekan dilakukan, dia itu hanya datang saja ke rumah tersangka Alianto. Untuk itu dia kita amankan dan urinenya juga negatif serta pengakuan dari para tersangka lainnya dia tidak terlibat,” jelasnya. Atas perbuatan para tersangka yang diamankan ini, Polisi mengenakan pasal kepada masing-masing tersangka dengan Pasal 112 dan Pasal 114 tentang penyalahgunaan narkoba dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. Sementara itu, untuk total barang bukti yang diamankan dari 3 LP tersebut sebanyak 2,13 gram sabu-sabu.
Terpisah, Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Brigjen PolGatot Subiyaktoro menegaskan terus memproses oknum anggotanya yang terlibat dalam kasus narkoba. “Tak ada urusan! Siapapun dia tetap kita proses jika terbukti narkoba. Jangan bermain-main lagi, Polda Babel mulai berupaya membersihkan diri dari serangan narkoba. Itu merupakan bukti kita komitmen memberantas peredaran narkoba,” ungkap Kapolda.(rif/cr62)