Cerita Meninggalnya “Pecandu Komix” (Sebuah Pelajaran)

by -

//AR Sempat Jalani Terapi di BNNK

MANGGAR-AR (17) pemuda asal Desa Lalang Manggar Belitung Timur (Betim) yang tewas akibat overdosis obat batuk komix, ternyata pasien rehabilitasi ketergantungan obat. Korban merupakan pasien yang direhabilitasi melalui Kesbangpol Beltim bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Belitung.
Pemuda putus sekolah yang sudah ketergantungan obat sejak beberapa bulan lalu, diserahkan ke BNNK Belitung untuk menjalani terapi. Korban menjalani terapi untuk penyembuhan selama dua bulan.
Selama proses penyembuhan sudah menunjukkan hasil yang baik, meskipun belum sepenuhnya sembuh total. Akan tetapi, pada Minggu (16/7) pekan lalu korban kembali mengkonsumsi obat batuk komix bersama teman-temannya.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Kesbangpol Yusmawandi melalui stafnya Woro Hapsari menanggapi pemberitaan pemuda tewas diduga akibat overdosis obat batuk komix, Kamis (20/8) kemarin.
“Korban memang pasien kami. Baru menjalani terapi selama satu bulan sudah ada progres yang bagus, meski belum total. Akan tetapi, teman-teman korban kayaknya gak mau korban sembuh total, makanya dipaksa mengkonsumsi komix lagi,” terang Woro kepada Belitong Ekspres.
Sejak mengkosumsi komix dengan teman-temannya lanjut Woro, korban selama dua hari (2×24 jam) tidak makan dan minum. Pada Selasa (18/8) siang, korban sempat dibawa BNNK Belitung, lalu dilarikan ke UGD RSUD Belitung mendapat penangan medis.
“Sebelum meninggal dunia kondisi korban sempat kritis dan mendapat infus. Korban juga sempat kejang-kejang karena racun sudah menyebar ke paru-paru dan seluruh tubuhnya,” jelas Woro.
Woro pun sangat menyesalkan pasien rehabilitasi ingin sembuh, gara-gara temannya kembali ke jalan yang salah dan harus meregang nyawa. Untuk menindaklanjuti kejadian itu, pihaknya sudah memiliki nama-nama teman korban untuk dilaporkan ke pihak Satpol PP Beltim. Ia ingin teman-teman korban diberikan tindakan tegas sesuatu aturan yang berlaku.
“Korban merupakan salah seorang dari tiga orang pasien yang masih ketergantungan obat. Bahkan di antara pasien itu ada juga remaja perempuan. Jadi, dalam waktu dekat ini, tepatnya Selasa (25/8) mendatang, kami (Kesbangpol) akan mengadakan rapat koordinasi (Rakor) terkait hal ini,” sebut Woro.
Woro berharap dengan dilaksanakannya Rakor akan ada unit reaksi cepat penanggulangan, agar kasus penyalahgunaan obat tidak terulang kembali. Selain itu, juga diharapkan akan ada solusi untuk penanganan dan tindakan tegas dari pihak terkait.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Beltim, Sudiono melalui Kasi Ops Penindakan dan Penegakan Perda Nazirwan menyatakan, pihaknya tetap menindaklanjuti maraknya peredaran penyalahgunaan obat dan minuman oplosan yang beredar di masyarakat.
“Kami akan terus konsisten pada pengawasan peredaran Miras dan obat-obatan merusak generasi muda. Dengan adanya jiwa melayang karena obat-obatan dan miras oplosan, kami tetap akan menjaga dan meningkatkan keamanan di masyarakat,” tegas Nazirwan kepada Belitong Ekspres. (yud/feb)