Cinta Ditolak, Janda Ditusuk 3 Kali, Marlin Jadi Terdakwa

by -
Cinta Ditolak, Janda Ditusuk 3 Kali, Marlin Jadi Terdakwa
Korban dan saksi diambil sumpah sebelum sidang.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Marlin (34) akhirnya jadi terdakwa. Ini gara-gara ia melakukan penusukan terhadap janda. Dan kemarin (31/8), sidang mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi di Pengadilan Negeri Tanjungpandan.

Dalam sidang tersebut menghadirkan korban atas nama Winda (22) dan ibunya bernama Rosmiana (40). Di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin Hakim Ketua Rino Adrian, keduanya menjelaskan kronologis peristiwa yang dialaminya.

Kata Winda saat itu, dirinya diajak ketemuan oleh pelaku di kawasan Jembatan Martapura Jalan Air Kelubi, Tanjungpandan oleh terdakwa. Namun secara tiba-tiba dia didorong dan ditusuk sebanyak tiga kali.

Yakni di bagian paha, usus dan perut. Akibat tusukan itu, dia harus dilakukan operasi. Di hadapan Majelis Hakim, dia mengaku tak mengetahui pasti alasan Marlin melakukan penusukan terhadap dirinya.

Lebih jauh dia menjelaskan, peristiwa penusukan tersebut terjadi Sabtu Dini hari. Sebelum kejadian ini, Jumat sore keduanya terlibat cekcok melalui Hp. Sebab kata Winda, nomor WhatshApp (WA) terdakwa di block.

Akhirnya sore hari keduanya bertemu di Jembatan Martapura. Di tempat ini mereka terlihat cekcok, dan terdakwa meminta korban untuk mengaktifkan kembali nomor WA-nya yang telah diblokir. Permintaan itu disetujui.

“Saya buka block. Lalu saya minta syarat jangan ngancam-ngancam lagi. Lalu dia mengajak saya ke kontrakan. Tapi saya tolak. Di situ dia kembali marah dan mengancam akan membunuh saya,” kata Janda ini.

“Pada saat dia mengancam, saya juga bilang, silahkan kalau berani bunuh saya. Akhirnya dia mengeluarkan pisau yang diletakkan di celananya. Namun dia tidak jadi menusuk,” sambungnya.

Setelah terlibat cekcok, keduanya memutuskan untuk pergi. Pada malam hari mereka mengajak ketemuan di tempat yang sama. Namun naas bagi Winda. Dia jadi korban penganiayaan hingga masuk ke rumah sakit.

“Saat itu saya didorong kemudian tiba-tiba ditusuk sebanyak tiga kali. Dengan pisau yang saya lihat sore hari. Saya benar tidak tahu apa motifnya. Setelah menusuk dia langsung kabur menggunakan motor,” ungkapnya.

“Sebelum peristiwa itu, dia mengungkapkan cinta. Namun aku tolak. Saya tidak ada rasa cinta. Saya ingin berteman saja,” pungkasnya.

Sementara itu, Rosmiana mengaku kaget mendengar anaknya ditusuk. Apalagi yang melakukan adalah orang yang tak ia kenal. Setelah mendengar kabar itu, dia langsung menuju ke RSUD dr. H. Marsidi Judono untuk melihat kondisi korban.

“Saya melihat waktu itu kondisinya sudah kritis. Lalu saya tanyain ke adiknya yang pada saat itu ikut keluar sama korban. Katanya dia ditusuk oleh Marlin. Setelah itu kita lapor polisi,” ungkapnya.

Menanggapi pernyataan Rosmiana, Marlin tak menampiknya. Namun mendengar ungkapan Winda, membuat hatinya gundah gulana. Menurutnya, ada beberapa pernyataan Winda yang salah.

Salah satunya, pernyataan Winda yang mengaku terdakwa secara tiba-tiba datang dan menusuk. Menurutnya hal tersebut tidak benar. Sebab, sebelum melakukan penusukan dia menunggu Winda datang hingga berjam-jam. Hingga akhirnya terjadilah penusukan itu.

Sidang ini sudah berjalan dua kali. Yakni mengagendakan dakwaan dan periksa saksi. Pada sidang perdana pekan lalu, pria asal Sumatera Selatan ini didakwa Primer 355 ayat 1 KUHP, Subsider 351 ayat 2 KUHP, lebih Subsider 353 KUHP dan lebih Subsider 351 ayat 1 KUHP Tentang Percobaan Pembunuhan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Belitung resmi menetapkan Marlin alias Andre (34) sebagai tersangka penusukan terhadap Winda (WN) yang berstatus janda dua anak. Hal itu diungkapkan Kapolres Belitung AKBP Ari Mujiyono, saat menggelar konferensi pers di Mapolres Belitung, Senin (8/6). (kin)