Citra Dituntut 4 Tahun Penjara

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Sidang Kasus Penyalahgunaan Narkoba, Negara Tak ada Toleransi

TANJUNGPANDAN-Terdakwa kasus narkoba,  Nana Citra Ningsi alias Citra, akhirnya dituntut empat tahun penjara dan denda Rp 800 juta subsider dua bulan kurungan. Tuntutan kepada terdakwa ini disampaikan Jaksa Penuntut Umum Anggoro SH pada sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Senin (9/2) kemarin. Sidang dipimpin Hakim Ketua Andre Partogi SH dan dihadiri dua Hakim Anggota Ferdinaldo SH dan Kholid Soroindah SH.
Citra didakwa dengan pasal 114 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sebab, dirinya tertangkap tangan membawa narkotika jenis sabu di tas miliknya di salah satu hotel di Tanjungpendam.
Citra mengaku keberatan dengan tuntutan dari Jaksa. Menurut Citra hukuman empat tahun sangat memberatkan dia. Pasalnya, dengan hukuman tersebut, dia harus berada di penjara selama empat tahun, sedangkan dirinya merupakan tulang punggung keluarga.
“Saya keberatan dengan tuntutan tersebut. Saya akan menggunakan hak pledoi (pembelaan,red) untuk meminta keringanan kepada Jaksa,” ujar Citra kepada Belitong Ekspres.
Sementara itu, JPU Kejaksaan Negeri Tanjungpandan Anggoro mengatakan, hukuman tersebut sudah ringan. Pasalnya, dalam kasus narkoba, negara tidak ada toleransi lagi mengingat statusnya sudah darutat narkoba. Apalagi dia terbukti menyalagunakan narkoba tersebut.
“Dan yang membuat pertimbangan bagi kami untuk meringankan hukumannya, setiap di persidangan terdakwa selalu bersikap sopan dan berkata jujur. Hal yang paling memberatkan, karena Citra terbukti melanggar hukum negara tentang narkotika,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, selain Citra, kasus peredaran dan pengguna narkoba ini melibatkan juga nama Hengki dan Budiono. Sidang sudah digelar beberapa kali. Baik terdakwa maupun sejumlah saksi di persidangan sebelumnya menyebut adanya nama Purwanto yang awalnya disebut sebagai pemesan sabu-sabu dari Citra. Purwanto hinga sekarang masih misterius, karena kesaksian dari petugas hotel Ar, di kamar 201 katanya kosong. Padahal, pada kesaksian sebelumnya, disebutkan di kamar 201 hotel LM inilah hendak dilakukan pesta narkoba.(kin)

Baca Juga:  PLN Belitung Janji Berikan Pelayanan Terbaik, Kecuali Force Major

Rate this article!
Tags:
author

Author: