Coaching Clinic Basri di Beltim

by -

//Eddy Sofyan : Saya Merinding

DAMAR – Saya Merinding. Itulah ungkapan yang keluar dari Ketua Badan Sepakbola Rakyat Indonesia (Basri), Eddy Sofyan saat melihat secara langsung kegiatan Coaching Clinic di Stadion Mini, Desa Sukamandi Kecamatan Damar, Kabupaten Beltim, Rabu (2/12) kemarin.

Eddy mengaku merinding menyaksikan anak-anak kecamatan Damar begitu antusias mengikuti kegiatan pembinaan sepakbola yang dilakukan oleh Basri ini.

“Benar loh, saya sangat merinding melihat antusiasnya anak anak kita untuk melakukan latihan ini, dan ini benar benar di luar dugaan saya,” ungkap Eddy kepada Belitong Ekspres.

Dari pantauan Belitong Ekspres di lapangan ada sekitar ratusan lebih anak anak yang dimulai dari usia 10 tahun, 12 tahun hingga 14 tahun berkumpul untuk menerima pembelajaran cara bermain sepakbola yang baik. Dimulai dari latihan hingga penguasaan dasar sepakbola.

“Nah inilah salah satunya yang dimaksudkan oleh Basri sendiri. Kami ingin melakukan pembinaan secara dini untuk sepakbola yang berada di masyarakat untuk level paling bawah. Dan kita tahu betul bahwa sepakbola di masyarakat itu butuh pembinaan teknis yang dimulai dari usia dini, dan jangan sampai instan, maka dari itu kita lakukan dari tingkat dasar,” ungkap Eddy Sofyan.

Ia ingin ke depan anak anak ini akan menjadi remaja hingga dewasa. Lalu ketika itulah mereka akan tahu bagaimana cara bermain sepakbola yang baik dan benar.

Eddy pun berkeinginan dari anak anak didik ini nantinya tidak akan kekurangan kualitas tekhnis, kekurangan tentang pengetahuan sepakbola, dan kekurangan kekurangan lainnya.

“Dari Coaching Clinic ini, ke depannya nanti dan Insyallah anak-anak kita ini akan berdampak positif dengan melakukan rutinitas latihan yang lebih baik. Nanti mereka akan tahu persis bagaimana cara mengolah sikulit bundar ini dengan baik dan benar. Di antaranya cara dribling, passing, kontrol bola yang benar, dan kita yakin mereka ini dilatih oleh instruktor instruktor yang sudah betul betul berrpengalaman dilevel nasional,” ujarnya sembari memperkenalkan mantan mantan pemain nasional di eranya.

 

Mereka adalah Zulkarnain Lubis, Ferry Sandria, dan juga Hermansyah. Serta untuk bidang manajemen sepakbola tim Basri menghadirkan Oumluc Junior mantan pemain asal Kamerun.

Eddy, juga tidak mengkuatirkan kualitas dari Instruktor sepakbola yang dibawa untuk melakukan Coaching Clinic ini. Sebab, ia yakin mereka pun sudah memiliki lesensi pelatih yang sangat diakui di tingkat nasional bahkan tingkat asia, untuk melatih anak anak usia dini.

“Mudah mudahan dampak dari Coaching clinic ini akan bisa dinikmati oleh anak-anak kita nantinya. Dan akan bisa dilanjutkan oleh para pembina di daerah untuk menciptakan sepakbola yang benar benar menjadi olahraganya masyarakat di Kabupaten Beltim ini,” harap Eddy.

“Coaching clinic ini Eddy dilakukan di seluruh Indonesia, dengan melakukan roadshow dari mulai Aceh hingga pulau terujung dibagian timur Indonesia,” tandasnya.

Sementara itu, nampak keempat pelatih nasional tersebut sibuk dengan mengatur dan melakukan pembinaan kepada kurang lebih ratusan anak didik yang sangat antusias melakukan latihan dasar yang dibagi menjadi beberapa tingkatan . Bukan tak jarang Ferry Sandria dan Zulkarnaien Lubis berteriak dan berkata anak anak harus fokus.

Di seberang lapangan juga nampak Hermansyah sedang melakukan latihan dasar dengan beberapa anak calon kiper terbaik daerah. Mereka pun terlihat sangat fokus melakukan latihan yang diberikan mantan kiper nasional itu.

Latihan khusus di Kecamatan Damar dibagi menjadi dua fase. Yakni di lapangan sepakbola Desa Mempayak dan Stadion mini Damar. Coaching cllinic ini sebelumnya juga dilakukan di beberapa kecamatan di Beltim. Mulai dari Manggar, Gantung, Simpang Pesak, Dendang, dan Simpang Renggiang. Sedangkan untuk Kecamatan Kelapa Kampit akan dilaksanakan, Kamis (3/12) hari ini.

 

Sementara puncak dari kegiatan ini akan dilaksanakan di Stadion utama Beltim, pada Jumat (4/12) mendatang. Sekitar ribuan anak-anak usia dini akan didatangkan dari seluruh kecamatan se Beltim. Di puncak kegiatan ada satu agenda yang bertajukan “Festival” sepakbola usia dini. Nantinya festival akan dibuatkan semacam perebutan piala yang dilakukan oleh Basri untuk dibagi menjadi 7 tim dari 7 Kecamatan se Beltim. (feb)