Corona Koreksi Harga Timah

by -

DAMPAK isu global virus Corona, ternyata turut membuat harga timah ikut terkoreksi. Pasalnya permintaan dari negeri Tirai Bambu yang sedang menghadapi Corona mengalami penurunan.

HAL ini diakui Direktur Utama PT Timah Tbk, M Riza Pahlevi Thabrani menjawab pertanyaan wartawan dalam jumpa pers di Hotel Borobudur, Jakarta pasca Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), kemarin (10/2).

Dikatakan Riza, bagaimanapun, produksi timah tetap tetap melihat perkembangan global termasuk soal harga. “Setelah ada virus corona sempat koreksi, kita tetap wait and see, kalau harga bagus kita tingkatkan penjualan,” jelasnya.

Kemudian, soal saham 10 persen permintaan Gubernur Bangka Belitung, dikatakan Riza, PT Timah dalam hal ini akan mematuhi apapun keputusan pemerintah.

Begitu pula soal zonasi yang masih dalam pembahasan, PT Timah juga tentunya akan mematuhi apapun keputusan pemerintah. “Dan pemerintah tentu akan memberikan keputusan terbaik soal ini,” tukasnya.

Direksi dan Komisaris Diganti

Sementara itu, RUPSLB kemarin memutuskan mengganti jajaran komisaris dan direksi. Di jajaran direksi ada 2 yang berganti. Pertama Wibisono yang ditunjuk sebagai Direktur Keuangan menggantikan Emil Erminda. Kedua Agung Pratama sebagai Direktur Operasi dan Produksi menggantikan Alwin Akbar yang bergeser sebagai Direktur Pengembangan Usaha.

Selain ketiga orang itu, dua direksi yang mendampingi M. Riza Pahlevi Tabrani yang tetap dipercaya sebagai Direktur Utama adalah Purwoko sebagai Direktur Niaga dan Muhammad Rizki sebagai Direktur Sumber Daya Manusia.

Dari jajaran komisaris ada 3 yang diganti. Selain Komisaris Utama dari Fachri Ali ke M. Alfan Baharudin, pemegang saham juga menunjuk mantan Gubernur Babel Rustam Effendi sebagai salah satu komisaris. Komisaris Independen lainnya ditunjuk Satriya Hari Prasetya. Adapun dua komisaris lainnya yakni Rudy Suhendar dan Bambang Sunarwibowo.

Fokus Saham dan Kenaikan Royalti

Jajaran putra daerah di manajemen PT Timah bertambah. Selain Direktur SDM Muhammad Rizki, hasil RUPSLB PT Timah, Senin (10/2) kemarin juga menetapkan mantan Gubernur Bangka Belitung (Babel) Rustam Effendi untuk duduk di jajaran komisaris bersama empat nama lainnya.

Kabar tersebut disambut baik oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, yang notabene sedang berjuang untuk mendapatkan alokasi saham pemerintah pusat di perusahaan plat merah tersebut. Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah tak menampik bahwa pihaknya akan segera menyusun pertemuan dengan pentolan PDI Perjuangan Babel itu guna melakukan koordinasi. “Ya, kita akan kesana,” jelasnya.

Ia menilai, kehadiran putra daerah di jajaran komisaris PT Timah itu merupakan hal yang logis, mengingat Babel merupakan daerah penghasil timah yang diproduksi oleh PT Timah. Sehingga adanya putra daerah Babel di komisaris PT Timah seyogyanya akan menjadi penghubung Pemprov dengan koorporasi. “Kan aneh kalau timah berasal dari Babel, apa iya enggak ada orangnya di tataran itu (komisaris). Ada wakil masyarakat disana, paling tidak dia sebagai seorang penyampai informasi,” ungkap Fatah.

Namun menurut Fatah, akan sangat bagus dan baik posisinya ada putra daerah Babel sehingga suara dari daerah tersampaikan pada saat rapat-rapat perusahaan dimana para komisaris dapat bersuara guna menyampaikan pandangan-pandangannya. “Komisaris ini bisa ngomong disana, menyampaikan pandangannya. Ya, termasuk fokus saham 10 persen dan kenaikan royalti 3 persen. Hal ini juga sudah sampaikan ke pusat dan beberapa kali DPR RI ke Babel dalam kunjungan spesifik. Royalti 3 persen ini tidak sebanding dengan kerusakan yang kita dapati,” tukasnya.

Sama halnya dengan saham. Pihaknya berharap keinginan ini dapat diwujudkan oleh pemerintah pusat seperti halnya pada provinsi lain yang memiliki potensi pertambangan. “Seperti Freeport, kenapa timah yang digerus ratusan tahun tidak bisa. Ini menjadi perjuangan kami. Kita tidak akan beli saham, kita gunakan saja metode yang diraih oleh Freeport. Dengan adanya saham pastinya masyarakat akan merasa memiliki,” pungkasnya. (jua/red)