Curi Baterai Tower Telkomsel, Andri Terancam Rayakan Lebaran di Penjara 

by -
Curi Baterai Tower Telkomsel, Andri Terancam Rayakan Lebaran di Penjara 
Pelaku pencurian baterai Tower Telkomsel Andri Susilo (32).

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Andri Susilo (32) warga Jalan Pasir Putih, Desa Air Raya RT 11/05 Kecamatan Tanjungpandan, bakal merayakan Idul Fitri 1442 H dalam penjara. Pasalnya, ia terancam 5 tahun penjara usai mencuri 6 unit Battery Power Suplay milik PT Telkomsel.

Kapolres Beltim AKBP Jojo Sutarjo mengatakan, Andri ditangkap berdasarkan laporan pihak PT Telkomsel, Kamis (15/4) lalu. Perusahaan telekomunikasi itu kehilangan Battery Power Suplay di site area Dusun Aik Lanci Desa Aik Kelik Kecamatan Damar.

Mendapat laporan tersebut, kepolisian langsung melakukan penyelidikan. Kemudian diketahui pelaku Andri telah menjual 6 unit baterai yang dilaporkan hilang tersebut ke salah satu lapak besi tua di Kecamatan Tanjungpandan.

“Pelaku melakukan pecurian pada hari Sabtu tanggal 6 Maret 2021 sekira 14.00 WIB dan pada hari Senin tanggal 15 Maret 2021 sekira pukul 14.00 WIB di area site Telkomsel Dusun Aik Lanci Desa Aik Kelik Kecamatan Damar,” terang Kapolres Beltim, Selasa (27/4).

Awalnya pelaku mengecek aset milik PT Telkom yang ada di dalam ruang selter area site PT Telkomsel. Namun pada saat melakukan pengecekan Andri melihat battery power supply milik telkomsel sudah tidak terpasang pada tempatnya.

“Kemudian pelaku membawa battery power supply tersebut tanpa seizin dari pihak Telkomsel. Yang mana pelaku mengambil unit battery power supply milik Telkomsel dan menjualnya ke Tanjungpandan,” jelas AKBP Jojo.

Adapun barang bukti yang ikut diamankan 1 unit mobil merk Suzuki Carry Pick Up warna Hitam dengan Nopol BN 8207 XA, 6 unit Battery Power Supply merk HBL warna putih, casing Battery Power Supply warna abu-abu.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 362 KUHPidana Jo Pasal 64 Ayat 1 KUHPIdana, dengan ancaman 5 tahun penjara. Tersangka memanfaatkan pekerjaannya sebagai karyawan PT Telkom dan mengambil battery power supply. Saat ini pelaku telah mendekam di sel tahanan Polres Beltim.

Sementara itu kepada Belitong Ekspres, tersangka yang merupakan resedivis kasus penggelapan di Tanjungpandan 10 tahun lalu itu mengaku menjual baterai tersebut dengan harga Rp 12 ribu per kilogram.

“Saya mengambil barang itu karena posisi barang itu sudah tidak terpakai lagi. Barang itu ada di site tower. Barang ini sudah dijual ke Tanjungpandan, di lapak besi tua. Sekilo dibeli Rp 12 ribu. Beratnya 1 buah sekitar 40-an kilogram. Jadi seluruh 6 batre dapatnya Rp3 jutaan,” ujar Andri.

Untuk diketahui, Andri merupakan pegawai PT Telkom yang sudah 5 tahun bekerja di Perusahaan tersebut. Dia memiliki tugas rutin mengecek barang milik PT Telkom yang berada pada site area PT Telkomsel.

Di situlah awal dia memiliki niat mengambil barang milik PT Telkomsel yang menurutnya tidak terpakai. Perbuatan tersebut akhirnya tercium oleh pihak PT Telkomsel. Sehingga Andri harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum. (dny)