Daftar Ibadah Haji Sekarang, Berangkatnya Tahun 2042

by -
Daftar Ibadah Haji Sekarang, Berangkatnya Tahun 2042
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Belitung, H Suyanto.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Daftar tunggu keberangkatan calon jemaah haji di Kabupaten Belitung, ternyata cukup lama yakni 21 tahun. Jika melakukan pendaftaran tahun ini, maka calon jemaah haji akan diberangkatkan pada tahun 2042 mendatang.

“Kalau mau daftar haji, daftar sekarang berangkatnya estimasinya tahun 2042, tunggunya sekitar 21 tahun,” Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belitung H Suyanto kepada Belitong Ekspres, Senin (1/2).

Menurut Suyanto, untuk waiting list (daftar tunggu) di Kabupaten Belitung sekarang ini hampir 800 calon jemaah. “Di 2020 yang daftar 168 orang, yang sudah mendaftar dan melunasi pembayaran di empat perbankan,” jelasnya.

Suyanto menambahkan, terkait rencana keberangkatan calon jemaah haji pada tahun 2021 ini masih menunggu regulasi dari Kementerian Agama pusat. Sebelumnya, ada 3 opsi kemungkinan pemberangkatan tahun ini karena pandemi Covid-19.

Yaitu Bisa saja semua jemaah berangkat, berangkat hanya 50 persen kuota, atau justru kembali dibatalkan karena wabah pandemi. Kami berharap mudah-mudahan ada keberangkatan haji dan pandemi berakhir dengan ada vaksin tadi,” terangnya.

Dikatakan Suyanto, terlepas dari kepastian pemberangkatan haji, pihaknya terus melanjutkan pembinaan dalam mempersiapkan keberangkatan. “Seperti adanya webinar pembinaan haji dan manasik haji. Pembinaan haji dilakukan sepanjang tahun yang melibatkan kader KUA, dan penyuluh agama,” bebernya.

Kemduain bagi calon jemaah haji manasik dilakukan sebanyak 3 kali. Pertama, pra manasik yang biasanya dilakukan sekitar Maret-April yang diadakan gunanya untuk mengenalkan awal tentang perhajian dan apa saja yang perlu disiapkan termasuk memberitahu kesiapan

Dia melanjutkan, ada juga manasik haji kabupaten dua kali, melibatkan pemda, Dinkes, imigrasi, dan bandara. Kata dia, manasik haji yang dilaksanakan bersinergi antar kementerian, yakni memberikan materi peran pemerintah daerah dalam pelaksanaan haji.

“Dari Kemenag menyampaikan regulasi haji, dari imigrasi menyampaikan persiapan seperti paspor, dan masing-masing saling bersinergi sesuai tupoksi. Selanjutnya, manasik ketiga diadakan di tingkat kecamatan dengan pelaksanaan sebanyak 8 kali pertemuan,” jelas Suyatno.

Pada kesempatan tersebut, calon jemaah haji biasanya dibekali fiqih haji, praktik, dan pembinaan kesehatan, praktik haji dan umroh, termasuk tawaf dan sa’i dan semuanya. “Untuk pemberangkatan haji tahun 2021 ini kita masih menunggu instruksi pusat,” tuturnya. (dod)