Dagang Petasan Bisa Dihukum Seumur Hidup

by -

    PANGKALPINANG – Polres Pangkalpinang memperingatkan para pedagang petasan untuk tidak menggelar dagangannya lagi selama bulan Ramadhan. Menurut Kapolres Pangkalpinang, AKBP Heru Budi Prasetyo S.ik melalui Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Raspandi, para pedagang petasan dapat diganjar dengan hukuman berat.
    “Yang jelas para pedagang yang bandel akan kita ancam sesuai dengan Undang-undang darurat Nomor 12 tahun 1951. Ancaman hukumannya sampai dengan seumur hidup apabila proses atau mekanismenya sesuai dengan Undang-undang tersebut,” ujar Raspandi, Senin (22/6) kemarin.
    Untuk itu, dilanjutkan Raspandi saat dikonfirmasi Radar Bangka sekitar pukul 11.40 WIB, pihaknya menghimbau kepada para pedagang petasan agar tidak menjual petasan pada bulan puasa. “Saya harap dengan himbauan ini para pedagang petasan dapat mengerti dan memahami keadaan kita yang mana saat ini kita sedang menjalankan ibada puasa,” ingatnya.    
    Diungkapkan Raspandi, beberapa jenis petasan yang kerapkali diperjualbelikan para pedagang cukup membahayakan nyawa manusia.
 “Bahaya, termasuk petasan juga sangat bahaya bagi kita. Saya melihat banyak para ABG melemparkan petasan kepada pengendara,” ucapnya.
    Pihaknya kata Raspandi akan menindak lanjuti para pedagang petasan yang meresakan masyarakat.”Kita menghimbau dulu, kalau belum juga diindahkan oleh para pedagang mau dan tidak mau akan kita lakukan penindakan dan penyitaan,” tegasnya.
    Lanjut Raspandi bahwa banyak laporan yang masuk ke pihaknya terkait masah petasan yang mengganggu istirahat warga. “Kami beberapa kali mendapatkan laporan kalau mereka merasa resah, maka dari itu dengan ini saya menghimbau agar penjualan petasan di stopkan dibulan puasa,” bebernya.
    Dikatakannya lagi, dirinya akan  memerintahkan jajarannya untuk memperketat kiriman petasan dari luar Bangka yang diduga melalui pelabuhan Pangkalbalam. “Saya akan memerintahkan anggota saya untuk memperketat jalur pengiriman petasan dari luar pulau Bangka seperti pelabuhan Pangkalbalam,” tandasnya.(ode)