Dampak Operasi Zebra Menumbing 2017, Pengurusan SIM Naik Hingga 300 Persen

by -
caption foto A : Nampak ruangan Satpas Polres Beltim, membludak, karena permintaan warga pengendara yang ingin memiliki SIM dan juga perpanjangan SIM, Jumat (3/11) kemarin.

 

MANGGAR – Operasi Zebra Menumbing 2017 ternyata berdampak signifikan pada pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satpas Polres Belitung Timur (Beltim). Hingga hari ke 3 pelaksanaan operasi, Jumat (3/110 kemarin, pengurusan SIM membludak, bahkan meningkat hingga 300 persen.
Kapolres Beltim, AKBP.Nono Wardoyo, melalui Benma Satpas Polres Beltim Brigadir Polisi (Brigpol) Bukhari mengatakan, pada hari pertama operasi saja, ada 90an orang warga yang datang mengurus SIM. Lalu hingga di hari ketiga pembuatan baru dan perpanjangan SIM naik menjadi kurang lebih 200 orang warga.
“Biasanya hanya 20 hingga 30 warga sehari, itu pun banyak yang melakukan perpanjangan SIM. Sedangkan sekarang yang paling banyak mereka yang bikin SIM baru,” ungkap Brigpol Bukhari saat ditemui di ruang kerjanya.
Membludaknya pengurusan SIM di Satpas Polres Beltim dikarenakan intens-nya razia kendaraan yang digelar sejak Operasi Menumbing 2017 dimulai 1 Oktober 2017 lalu.
Brigpol Bukhari mengatakan, untuk mendapatkan warga pemohon SIM harus mengikuti beberapa tahapan test. Mulai dari test kesehatan, lalu pendaftaran, isi Formulir yang disediakan, pengambilan foto, melakukan test teori (tertulis). Lalu, setelah dinyatakan lulus lalu kembali ke ujian praktek. “Setelah lulus dari semua tahapan barulah Kami mengeluarkan SIM untuk warga pengendara,” sebutnya.
Sedangkan jika memang ada warga yang dinyatakan tidak lulus, maka akan diberi waktu selama 7 hari untuk kembali melakukan test. Dengan harapan selama 7 hari itu si pemohon SIM untuk belajar pada test teori dan juga praktek.
Sementara itu, Warga Manggar Ismi (32) mengaku baru mengurus SIM karena merasa susah saat bepergian dikarenakan adanya razia. Seperti antar jemput anak ke sekolah, harus memiliki SIM agar tidak menghambat aktifitasnya tersebut.
“Sekarang dengan adanya SIM saya lega, dan tak lagi takut untuk berpergian. Meskipun harus dilakukan dengan mengikuti beberapa tahapan test, tapi saya rela demi memiliki SIM baru,” ujarnya.
Pantauan Belitong Ekspres Jumat (3/11) kemarin, ruang Satpas Polres Beltim tampak dipenuhi warga. Mereka banyak yang tidak kebagian tempat duduk untuk antre sebelum dipanggil petugas pemotretan dan test tertulis. Tak hanya itu, halaman parkir kantor Satpas Polres Beltim juga tampak lebih ramai dari hari biasanya.
Untuk diketahui, Operasi Zebra Menumbing 2017 dimulai 1 hingga 14 November 2017. Pada operasi ini Satlantas Polres Beltim menyatakan akan langsung menindak tegas para pelanggar lalu lintas dengan menggunakan E-tilang atau tilang elektronik. Pihak Satlantas pun tidak akan memberikan teguran selama operasi berlangsung, karena arah mereka langsung ke penindakan.
Fokus operasi ini adalah pada upaya menekan angka serta korban laka lantas di wilayah hukum Beltim. Selain Operasi Zebra Menumbing 2017 juga digelar guna cipta kondisi (Cipkon) jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018. (feb)