banner 728x90

Dana Bergulir Bisa Bantu Tekan Inflasi

Life at ease with amazing nature| Leebong island

ilustrasi-uang
PANGKALPINANG – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB – KUMKM) melalui Direktur Utama Kemas Danial menyebut bahwa Babel di rekomendasikan oleh komisi 6 dan komisi XII agar mendapatkan penyaluran dana bergulir mendapatkan pemerataan ke seluruh Indonesia, dan tidak hanya di habiskan di Pulau Jawa seperti selama ini. Oleh karena itu dalam upaya ini pun LPDB – KUMKM RI juga menyertakan berbagai pihak untuk bekerjasama melakukan pengawasan termasuk dengan pihak Kejaksaan di daerah.

“LPDB-KUMKM Republik Indonesia tentunya akan menyalurkan dana bergulir sesuai dengan jumlah KUMKM yang tumbuh, kemampuan dan penyerapan yang ada di daerah tersebut. Misalnya untuk Babel kita siapkan 100 miliar, dana ini tentu harusnya dapat dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin oleh para pelaku UMKM di Babel,“ujar pria yang akrab di sapa Daniang ini saat berkunjung ke Babel belum lama ini.

Ia menyebut rata-rata di Babel penyerapan dana bergulir memang masih kecil antara 2 % – 3 % pertahun. Ini dikarenakan pembinaan KUMKM di babel di nilai belum se agresif yang ada di Jawa, KUMKM yang ada pun masih banyak belum mengantongi tertib administratif, misalnya seperti surat menyurat saja tidak punya, laporan keuangan juga tidak ada dan sebagainya.

“Padahal di Jawa sendiri lebih teratur, bahkan meski usahanya kecil tapi yang namanya laporan keuangan mereka punya, sedangkan kita kurang pembinaan dari dinas koperasi yang ada bahkan sejak dari usaha ini mulai berjalan dari kecil,“sebut Daniang lagi.

Ia menyebut melalui LPDB-KUMKM RI, pada tahun 2017 pemerintah pusat menganggarkan sebesar 1,5 triliun. Dana tersebut baru terserap 20 % se Indonesia hingga per Mei 2017.
Namun di peridiksi bahwa biasanya pada pertengahan tahun penyerapan ini akan naik. Selain itu sampai saat ini untuk penyerapan dana bergulir yang ada di syariah mencapai 30 % dan sisanya penyerapan masih tetap banyak di kovensional 70%.

“Babel di rekomendasikan oleh komisi 6 dan komisi XII, agar mendapatkan juga penyaluran dana bergulir, supaya tidak hanya di habiskan di Pulau Jawa. Dan karena itu, dalam hal ini kita akan di bantu kejaksaan untuk pengawasan pemanfaatan dana dari APBN ini

Ia menambahkan dana begulir tersebut di wilayah Babel telah di percayakan pengelolaannya kepada sejumlah perbankan di Babel seperti Bank Sumsel Babel sebesar 100 M sejak tahun 2016. Sedangkan BPRS Babel diberikan amanah pada tahun 2017 sebesar 50 M. Sehingga dana ini sekali lagi bisa di manfaatkan untuk pengembangan usaha dan pemberdayaan ekonomi di Babel.

“Harapan kita, dana 100 M ini harus terserap supaya daerah ini bisa lebih terbangun. Apalagi pemerintah sudah memberikan kepercayaan kepada Babel mengingat pula tidak semua daerah bisa di kaji. Dan sekali lagi terlepas dari isu politik apapun namanya, kita ingin pertumbuhan ekonomi di daerah ini terus positif. Makanya meskipun dana yang di salurkan kecil, tapi kalau di gunakan dengan efektif maka saya yakin hasilnya akan bagus. Misalnya dana 100 miliar ini bisa di gunakan meciptakan lapangan kerja maka tentu ini adalah hal yang hebat. Sebabnya kades-kades pun harus kita libatkan,“sebutnya lagi.

Pria asal Bangka Belitung ini juga menilai bahwa inflasi di suatu daerah akan muncul apabila tidak ada beli masyarakat, ini tentu di sebabkan oleh berbagai faktor seperti lapangan pekerjan yang tidak ada. Mau usaha kalau tidak ada modal apa yang mau di cari. Oleh karena itu tentu harus ada investor yang masuk dan bawa uang ke Babel.

Daniang juga memandang bahwa perdagangan adalah salah satu sektor yang cukup potensial di kembangkan di Babel. Namun kemudian jika harga kemudian jatuh, maka tentu ini tidak  terlepas dari adanya ulah atau permainan tengkulak dan sebagainya. Akibatnya pun ketika harga jatuh, maka tentu petani kecil lah yang akan terkena sakitnya.

“LPDB mendorong perlu ada strategi yang baik termasuk dengan mendirikan BUMD. Perlu di suntik modalnya. Misalnya harga jatuh bisa di beli BUMD dengan berapa harganya, sehingga harga bisa di atas rata-rata break event point dan otomatis petani dan tidak di rugikan. Kalau sudah mahal lagi lepaskan biarkan petani jual dengan harga bebas. Sedangkan BUMD juga masih bisa menjual dengan harga saat itu. Sehingga tidak ada yang di rugikan. Kerjasama perlu di lakukan dengan serius bersama semua pihak termasuk Disperindagkop di masing-masing daerah tersebut,“dorongnya lagi.(lya)

Tags:
author

Author: