Dana Desa 2019 Kabupaten Beltim Belum Bisa Disalurkan

by -
Rd Yen Yen Nuryeni (Kepala KPPN Tanjungpandan)

belitongekpres.co.id, MANGGAR – Dana Desa yang bersumber dari APBN 2019 untuk wilayah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) belum bisa tersalurkan. Ada beberapa hal yang perlu disiapkan agar Dana Desa bisa secepatnya diterima dan dikelola Desa.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan Kepala KPPN Tanjungpandan Rd Yen Yen Nuryeni ketika bertemu dengan Bupati Beltim Yuslih Ihza, Senin (11/2) di ruang kerja Bupati Beltim.

Menurut Yen Yen, kucuran Dana Desa memerlukan setidaknya dua hal yakni Perda APBD dan Peraturan Bupati. Ketika hal tersebut telah lengkap maka selanjutnya adalah disampaikan ke Kementerian Keuangan di Jakarta.

“Jadi Beltim itu, untuk Dana Desa 2019 memang ada persyaratannya. Perda APBD harus sudah ditetapkan dan disampaikan ke Kementrian Keuangan atau di kantor pusat.

Lalu, rincian alokasi Dana Desa untuk Perbup-nya itu juga harus disampaikan juga, itu persyaratan penyalurannya,” ujar Yen Yen ketika dikonfirmasi Belitong Ekspres, Senin (11/2) kemarin.

“Ini memang baru disampaikan ke Jakarta, oleh Pemda. Dari situ nantikan di cek di Jakarta baru kemudian dikeluarkan surat dari Jakarta bahwa mereka telah menyampaikan dan diproses untuk disalurkan,” imbuhnya.

Diakui Yen Yen, setelah persyaratan dipenuhi Pemda maka selanjutnya KPPN hanya menunggu surat Kemenkeu tentang penyaluran Dana Desa tahap pertama sebesar 20 persen.

Yen Yen menambahkan, kedatangan KPPN bertemu Bupati Beltim juga membicarakan banyak hal. Selain Dana Desa, KPPN juga membahas DAK fisik tahun 2019 dan upaya meningkatkan sinergitas dan koordinasi.

“Diawal tahun ini sangat baik untuk menyamakan persepsi sehingga nanti gerakannya akan sama karena penyaluran Dana Desa ada tahapannya. Tahap pertama 20 persen, tahap kedua 40 persen dan tahap ketiga 40 persen.

Ketika persepsi sama maka langkah akan sama sehingga deadline-deadline yang untuk penyaluran akan sama-sama kita patuhi,” bebernya.

Yen Yen berharap Dana Desa tahun 2019 bisa mempercepat pembangunan di Desa. Menurut dia, kalau penyaluran sudah bisa dimulai maka akan dipercepat pada tahap kedua.

“Maka kita akan percepat dalam framenya, penjadwalan penyaluran tersebut. Nanti KPPN akan bantu, buatkan kalender setahun dan sama-sama dipegang Pemda, Kepala Desa sehingga nanti iramanya sama dan kita patuhi tanggal-tanggal kritisnya (ketepatan waktu),” harap Yen Yen.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Beltim, Ida Laksmiwati mengatakan kucuran Dana Desa untuk Kabupaten Beltim tahun 2019 mengalami peningkatan cukup signifikan.

Ida yang juga mendampingi Bupati Beltim saat bertemu Kepala KPPN mengakui pertambahan Dana Desa mencapai Rp. 8 miliar. “Bertambah, dari Rp.35 milyar menjadi Rp.43,44 milyar ada peningkatan.

Rata-rata Desa satu milyar. Karena memang alokasi dari APBN pusat jadi memang ada peningkatan setiap tahunnya,” ujar Ida.

Ida menjelaskan bahwa realisasi Dana Desa di Kabupaten Beltim tahun 2019 mencapai 94 persen dari yang diamanahkan sebesar 75 persen.

“Kita mampu melampauinya serapannya. Infrastruktur (dari Dana Desa, red) sudah tinggi saat ini, tapi SDM dan ekonomi yang sekarang. Lebih ke Bumdes, sarana prasarana, kesehatan sesuai dengan arahan,” tukasnya. (msi)