Dana Kapitasi Diduga Cair

by -

*Padahal ABT Belum Berjalan

MANGGAR – Pasca pemberitaan keluhan sejumlah pegawai Puskesmas di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), pencairan dana kapitasi dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), dikabarkan telah dicairkan. Dana tersebut masuk rekening bendahara pengelola BPJS di Puskesmas salah satu kecamatan di Beltim.

Nominal dana transferan yang bernilai puluhan juta rupiah, membuat bendahara pengelola kebingungan. Sebab, sebelumnya bendahara tidak pernah menerima atau mengajukan proses pencairan dana apapun.

Meski demikian, konfirmasi yang diminta Belitong Ekspres masih belum terjawab. Pasalnya, pihak Puskesmas belum mendapat kepastian kebenaran pencairan dana kapitasi yang menjadi hak tenaga medis di seluruh Puskesmas.

Mengutip pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim, dr. Wirahadi Kusuma, yang diberitakan beberapa hari lalu, dana tersebut masih tersimpan di kas daerah (Kasda) dan belum dicairkan.

“Cairnya dana tersebut memang tak segampang yang kita bayangkan. Semua ada aturan serta ketentuannya, prosesnya tak segampang itu. Dan untuk pencairan itu sudah kita ajukan pada ABT tahun ini, dengan jumlah sekitar milyaran,” ujarnya, Rabu (21/10) lalu.

Bahkan, Ketua Komisi III DPRD Beltim, Ardian membenarkan anggaran kapitasi untuk puskesmas telah dimasukkan dalam Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Perubahan tahun 2015.

“Benar (kapitasi, red) memang masuk ABT. Nanti langsung dibayarkan kepada seluruh puskesmas. Nilainya sekitar Rp. 1,6 miliar,” ujar Ardian.

Sementara itu, Kepala DPPKAD Kabupaten Beltim melalui Kepala Bidang Anggaran, Risdaryuli mengatakan, ABT 2015 Kabupaten Beltim masih dalam proses evaluasi di Provinsi. Sesuai dengan aturan, paling lambat persetujuan anggaran diselesaikan dalam waktu 15 hari kerja.

“Kita sudah mengirimkan APBD Perubahan tahun 2015 yang telah disahkan oleh DPRD Beltim ke Provinsi sejak tanggal 12 Oktober. Tapi sampai sekarang belum turun (kembali ke Kabupaten, red) karena masih proses evaluasi. Kita juga belum diundang untuk tatap muka oleh Provinsi,” ujar pria yang akrab disapa Yuli, Jum’at (23/10) kemarin.

Sehingga, lanjut Yuli, seluruh anggaran kegiatan ABT belum bisa berjalan (cair, red). Hal tersebut berdasarkan aturan pengelolaan keuangan anggaran.

Dana kapitasi merupakan besaran pembayaran per bulan yang dibayarkan di muka kepada Puskesmas. Itu berdasarkan jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terdaftar, tanpa memperhitungkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan. (feb)