Dandim Dukung Kapolres

by -

*Dalam Menutup Pabrik Miras, Garis Nyatakan Harga Mati

TANJUNGPANDAN-Dandim 0414 Belitung Letnan Kolonel Arh Marten Verni Rorintulus menyatakan dukungan penuh kepada Polres Belitung dalam upaya mencari keberadaan pabrik arak sekaligus menutupnya. Dukungan Dandim itu disampaikan mengingat belakangan peredaran miras jenis arak merajalela hingga anak-anak muda mendapat pengaruh negatif.
Menurut Dandim, langkah Kapolres dan Kasatpol PP sangat tepat. Dandim mengatakan, dirinya sudah membaca di koran, penyebab utama sejumlah tindak pidana kriminal dan lakalantas di Belitung disebabkan oleh pengaruh minuman keras.
“Kami akan mendukung penuh apa yang akan dilakukan Kapolres maupun Pol PP dalam memberantas minuman tersebut. Kami siap membantu mereka,” ujar Dandim kepada Belitong Ekspres, Senin (2/3) kemarin.
Dandim menegaskan, dirinya akan menindak tegas, jika ada anggotanya yang terbukti membeking dibalik pabrik arak ini. “Sejauh ini masih belum mendengar, adanya anggota kami yang membeking, jika memang terbukti, saya akan menindak tegas,” tegasnya.
Sementara itu, hal senada juga disampaikan Sekjen Gerakan Islam Reformis (Garis) Hariyanto, dirinya menyambut baik rencana Kapolres dan Pol PP dalam memberantas miras beserta pabriknya, di bumi Belitong ini.
“Saya sudah membaca berita itu di koran beberapa hari lalu. Saya sangat mendukung rencana Kapolres, anggota Garis siap mem-beck up dan mengawal rencana Bapak Kapolres dan Pol PP,” ujar Hariyanto, kemarin.
Menurut Hariyanto, Polisi dan Pol PP sudah maksimal memberantas peredaran minuman keras di Belitung. Namun, Pol PP dan Polres Belitung harus melakukan tindakan keras, kepada para pemuda yang tertangkap saat pesta miras.
“Jangan hanya ditangkap, terus didata diberi pembinaan setelah itu dipulangkan. Itu sama sekali tidak ada efek jera. Seharusnya, mereka yang tertangkap diberi pelajaran lebih, agar tidak mengulanggi perbuatannya lagi,” katanya.
Hariyanto meminta, Kapolres dan Pol PP untuk secepatnya menindak pabrik minuman keras di Belitung ini. Karena, adanya pabrik tersebut, sangat meresahkan warga Belitung. “Mau dibawa kemana generasi kita, kalau pabrik arak tidak di berantas. Bisa-bisa mereka setelah lulus sekolah malah kerja di pabrik tersebut. Harga mati Kapolres dan Pol PP harus tutup pabrik arak,” pungkasnya.(kin)