Dandim Ingatkan Ancaman Proxy War

by -

TANJUNGPANDAN- Dandim 0414 Belitung Letkol Arh Marthen Verny Rorintulus mengingatkan, salah satu ancaman yang akan membahayakan Indonesia ke depan yakni Proxy War (perang proxy,Red). Karena itu, semua elemen bangsa termasuk para generasi muda harus mampu menangkal ancaman ini dengan memperkuat persatuan dan kesatuan.
Demikian dikatakan  Dandim dalam seminar Kebangsaan di Ruang Rapat Pemda Belitung, Jumat (14/8) pekan lalu. “Proxy War adalah perang yang melibatkan pihak ketiga atau pemain penganti.  Orang Ketiga ini  akan mengadu domba negara kita dengan negara lain. Setelah negara kita hancur, saru mereka masuk dan menguasai negara kita,” ujar Dandim saat pemaparan.
Lebih detil Dandim menjelaskan,, perang proxy adalah perang yang terjadi antara dua pihak tanpa berhadapan secara langsung, melainkan memanfaatkan pihak ketiga untuk mengalahkan musuh. “Kawan dan lawan dalam perang proxy sulit dikenali karena dikendalikan oleh actor non state. Indikasi adanya perang proxy di antaranya lewat gerakan separatis, demonstrasi massa, dan bentrok antarkelompok,’’ ungkap Dandim.
Lantas, Dandim juga menyampaikan, pembiayaan perang proxy dilakukan oleh negara dengan memberikan imbalan pada actor non state. Jika diperhatikan, kata Gatot, konflik-konflik yang terjadi di dunia diakibatkan oleh persaingan kepentingan untuk menguasai sumber energi.
Untuk mencegah ini tidak terjadi, kata Dandim, masyarakat harus bersatu. Selain itu, tidak terpengaruh provokasi-provokasi dari pihak luar yang ingin menghancurkan Bangsa Indonesia. “Jangan sampai, terpencah belah. Dengan kita bersatu, negara lain yang akan berusaha menghancurkan negara kita merasa ketakutan dahulu,” katanya.
Kegiatan ini juga dihadiri Bupati Belitung Sahani Saleh, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Belitung Isyak Meirobie, Dandim 0414 Belitung Letkol Arh Marthen Verny Rorintulus, Kabag Ops Polres Belitung Kompol M Nizar, Danpos AL Mendanau Kapten (PM) Muhammad Salam.
Sementara itu, Bupati Belitung Sahani Saleh menyambut positif kegiatan ini. Sebab, para pemuda mengerti ancaman ke depan yang harus dihadapi. “Intinya para pemuda harus bersatu, sehingga ancaman dapat dihadapi,” katanya.(kin)