Dapil di Beltim Perlu Ditambah

by -

MANGGAR – Meski pelaksanaan Pemilu Legeslatif (Pileg) masih lama, namun Daerah Pemilihan atau disingkat dengan Dapil untuk wilayah pemilihan Kabupaten Belitung Timur (Beltim), sepertinya perlu adanya penambahan.

Saat ini diketahui Dapil di Kabupaten Beltim terdiri dari 3 (Tiga) Dapil yaitu Dapil I (Kecamatan Manggar dan Simpang Renggiang), Dapil II (Kecamatan Gantung, Simpang Pesak dan Dendang) dan Dapil III (Kecamatan Damar dan Kampit).

Adapun jumlah kursi yang diperebutkan pada setiap Dapil yaitu 10 kursi untuk Dapil I, 9 kursi untuk Dapil II dan 6 kursi untuk Dapil III. Namun seiring dengan jumlah penduduk dan mata pilih serta karakteristik wilayah, jumlah Dapil untuk pemilu 2019 mendatang sepertinya perlu ditambah, paling tidak Ada 4 Dapil.

Permintaan dan usulan penambahan Dapil ini, disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Beltim Koko Haryanto kepada Belitong Ekspres, Minggu (24/4) akhir pekan.

‎”Kita akan membahas dan Mengusulkan penambahan Dapil ini disertai dengan kajian-kajian yang relevan dengan kondisi di Beltim saat ini,” ungkap Koko yang juga merupakan anggota Komis I DPRD Beltim.

Oleh karena itu, lanjut Koko nantinya DPRD dan KPUD serta Lembaga kajian Politik Lokal, akan melakukan pembahasan sehingga nantinya kita bisa melakukan penambahan dapil.

Adapun usulan perubahan Dapil yang dimaksud Koko, yaitu bagi kecamatan Manggar agar memiliki Dapil tersendiri dipisahkan dari Dapil simpang Renggiang.

“Kita mengusulkan agar Kecamatan Manggar dengan 26 ribu mata pilih menjadi Dapil Kota tersendiri dan terpisahkan dengan Kecamatan Simpang Renggiang,” sebutnya.

Koko menambahkan, untuk Kecamatan Simpang Renggiang digabungkan dengan Kecamatan Gantung, Sementara, Dendang dan Simpang Pesak menjadi Satu Dapil. Khusus Kecamatan Damar dan Kelapa Kampit dapilnya tetap.

‎”Nanti kita juga akan bahas dan hasilnya akan kita sampaikan ke KPU Provinsi hingga ke KPU Pusat untuk dilakukan pembahasan di KPU Pusat, karena menurut aturan KPU yang berwenang menetapkan Dapil akan ditetapkan dalam setiap Pemilu dilaksanakan.

‎Menurutnya, Hal ini harus memperhatikan bahwa dalam menentukan alokasi kursi dan daerah pemilihan untuk masing-masing lembaga perwakilan agar dapat proporsional, para ahli merumuskan beberapa prinsip yang perlu diikuti dalam melakukan penghitungan alokasi kursi dan pembentukand daerah pemilihan.

“Prinsip-prinsip tersebut yaitu, Kesetaraan populasi, Integralitas wilayah, Kesinambungan wilayah, Pencakupan wilayah (coterminus), Kohesivitas penduduk, dan Perlindungan petahana (preserving of incumbent). Dengan demikian, prinsip-prinsip itulah yang akan kita kaji, sehingga perubahan Dapil tersebut dapat disetujui nantinya oleh KPU Pusat,” tandas Koko. (feb)