Dari Jakarta, Datang ke Belitung Niat untuk Mencuri

by -
Datang ke Belitung niat untuk Maling
Dua pelaku pencurian di sebuah rumah Jalan Seroja, Kelurahan Parit, Kecamatan Tanjungpandan berhasil diringkus Jajaran Tim Opsnal Satreskrim Polres Belitung, Selasa (21/1) kemarin. Foto Faizal/BE

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Dua orang pelaku pencurian di sebuah rumah Jalan Seroja, Kelurahan Parit, Kecamatan Tanjungpandan berhasil diringkus Jajaran Tim Opsnal Satreskrim Polres Belitung, Selasa (21/1). Dua orang pelaku tersebut ialah Bahtiar Ismail (38) warga asal Jakarta dan Abdul Fatah (27) warga asal Pekan Baru.

Kedua pelaku yang baru tiba di Belitung Minggu (18/1) melakukan aksinya, pada Senin (20/1) kemarin. Polisi meringkus kedua pelaku saat hendak melakukan aksinya kembali di sebuah rumah Jalan Jenderal Sudirman sekitar Hotel Puncak, Kecamatan Tanjungpandan, Selasa (21/1) kemarin.

Kasat Reskrim Polres Belitung, AKP Erwan Yudha mengatakan, keduanya sempat mencoba melarikan diri saat hendak ditangkap. Oleh karena itu, polisi terpaksa memberikan hadiah timah panas di betis kiri salah satu pelaku yakni Bahtiar. “Keduanya kini sudah kita amankan,” AKP Erwan kepada Belitong Ekspres, kemarin.

Lebih lanjut kata AKP Erwan, motif keduanya ialah berpura-pura menanyakan alamat, sembari memantau keadaan dan kondisi rumah korban. Usai bertanya dan selang berapa menit, pelaku berpura-pura ingin meminta kembang untuk berobat orang tuanya.
“Satu orang sebagai pengalih perhatian dengan berpura-bura meminta kembang. Dan satunya lagi menyelinap masuk lewat pintu depan dan masuk ke kamar untuk mengambil barang-barang milik korban,” jelasnya.

Atas aksinya tersebut, pelaku berhasil menggasak uang tunai pecahan Rp20 ribu, pecahan uang kertas Rp100 yuan sebanyak 10 lembar, jam tangan ditambah beberapa perhiasan dengan taksiran kerugian sekitar Rp100 juta rupiah. “Kedua pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP, dengan hukuman maksimal lima tahun penjara,” jelas AKP Erwan.

Pantauan Belitong Ekspres terlihat, Bahtiar salah satu pelaku yang diberi timah panas mengerang kesakitan ketika berada di ruang penyidikan Polres Belitung. Bahtiar bersama Abdul Fatah mengaku baru saja tiba di Belitung sejak dua hari yang lalu, dengan niatan memang untuk mencuri.

Tak tanggung-tanggung kedua pelaku membawa peralatan seperti obeng dari Jakarta ke Belitung. “Baru Minggu (18/1) sore kami datang ke sini. Tinggal di hotel dan rental motor,” kata Bahtiar sembari menahan sakit akibat peluru yang menembus betis kirinya kepada Belitong Ekspres.

Bahtiar beralibi bahwa melakukan tindak pidana pencurian ini untuk melunasi hutangnya Rp 15juta akibat kalah main judi. Ia juga mengaku bahwa sudah sering melakukan perbuatannya di Ibu Kota Indonesia. “Punya hutang disana (Jakarta). Sesekali mencuri di sana namun tidak pernah ketangkap, baru kali ini,” katanya.

Ketika disinggung mengenai tahu dari mana tentang Belitung yang memutuskannya untuk mencuri, Bahtiar mengatakan sering melihat di Google. “Sering browsing dan lihat-lihat tempat-tempat di Belitung, kelihatannya aman,” ujar bapak satu anak itu.

Selain itu, ia juga mengakui setelah melakukan pencurian yang kedua (jika tidak tertangkap), ia sudah memutuskan untuk pulang kampung. Nahasnya ketika sedang melakukan aksi kedua kali, mereka justru tertangkap. Alhasil Bahtiar mendapat tembakan dari pihak kepolisian karena melawan saat hendak ditangkap.

“Awalnya tadi niat ingin pulang (ke Jakarta) jika sudah selesai (mencuri di Jalan Jendral Sudirman) langsung pesan tiket saat itu juga,” tuturnya. Atas perbuatannya keduanya yakni Bahtiar dan Abdul Fatah harus mendekam di sel Mapolres Belitung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sementara itu korban pencurian Hendra bersyukur tidak terjadi apa-apa terhadap ibunya, yang sempat berinteraksi dengan pelaku dengan modus tanya alamat dan minta kembang itu. “Untungnya ibu tidak diapa-apakan karena beliau sudah tua berumur 80 tahun,” kata Hendra kepada Belitong Ekspres.

Ia berharap pelaku dihukum sesuai aturan yang berlaku. Terlebih pelaku merupakan orang luar Pulau Belitung. “Belitung daerah pariwisata. Saya berani rumah saya tidak pakai pagar karena Belitung ini damai dan aman. Jadi jangan dirusak oleh orang seperti ini apalagi mereka orang luar,” tegasnya.

Tidak lupa, ia juga memberi apresiasi terhadap Polres Belitung yang berhasil mengungkap tindak pidana pencurian di rumahnya itu kurang dari 24 jam. “Kami sangat berterimakasih pelaku cepat tertangkap. Salut buat kinerja jajaran Polres Belitung,” ucapnya. (fg6)

Editor: Yudiansyah