Dato’ Ramli Sebut Pemda Kalah Wibawa dengan Abun

by -
Dato Ramli Sebut Pemda Kalah Wibawa dengan Abun
Datuk H. Ahmad Ramli Sutanegara. SH.MSi

belitongekspres.co.id, PANGKALPINANG – Menanggapi konflik permasalahan di desa Mendo, Komisaris Utama PT SAML, Dato’ Ramli Sutanegara angkat bicara. Dia menilai Pemerintah Daerah kalah wibawa dengan pengusaha Abun, karena sesuai keputusan Pemda untuk menghentikan kegiatan di lahan tersebut, namun pihak Abun masih ngotot melakukan kegiatan. Dato’ minta sama-sama berhenti dan profesional hingga persoalan ini selesai.

Sejauh ini pihaknya sudah berhenti kegiatan di wilayah tersebut sesuai dengan keputusan dari bupati Bangka, Mulkan. PT SAML menegaskan tidak menolak siapa saja berinvestasi namun harus lalui prosedur dan aturan yang jelas.

“Kalau sudah diperintah tidak ada kegiatan tapi masih ada mereka (Pemda,red) harus bertindak. Masyarakat sudah temui Kasat Pol PP tapi tidak bisa bergerak kalau tidak ada perintah bupati. Jadi pemerintah ini kalah wibawa dengan Abun,”jelas Dato’ Ramli saat ditemui, Senin (6/1/2020).

Menurut Ramli, tidak ada sengketa lahan namun ada calo tanah yang bermain. Dia tidak bisa mengembalikan uang Abun yang sudah membeli sejumlah lahan tanpa diketahui Pemdes. Pihaknya minta Pemerintah turun tangan dan tegas untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Perusahaan kita mengajukan permohonan untuk membuka lokasi perkebunan kelapa sawit sesuai aturan. Setelah surat izin keluar kita sosialisasi dan mencari tanah untuk bisa digunakan. Setelah masuk disana telah terjadi transaksi tanpa sepengetahuan kadus dan kades. Baik tanah negara maupun pribadi, kalau memang punya orang harus ganti rugi dan sepengetahuan pemerintah. Itu tidak dilakukan, sehingga terjadi perselisihan,”urainya.

Perselisihan ini terjadi antar masyarakat dengan calo tanah yang dipergunakan Abun. Pihaknya tidak permasalahkan siapa saja berinvestasi jika sesuai prosedur. Atas nama Perusahaan, PT SAML datang sesuai izin lokasi, menemui Kadus dan kades sehingga berjalan lancar.

“Karena konflik diambil alih forkopimda. Bupati sempat mengatakan kalau bawa ke pengadilan, tapi kan harus ada yang digugat dan tergugat. Jaksa ambil alih diputuskan bahwa kegiatan di lapangan tidak diadakan. Tapi kelompok Abun tetap mengadakan kegiatan di sana sampai detik ini. Masyarakat ribut, kita minta mereka tenang serahkan ke pemerintah,”katanya.