Debat Publik Berjalan Cukup Dinamis

by -

//Dibagi 6 Sesi, Paslon Mampu Menjawab Setiap Pertanyaan

foto A

Foto A. Tiga pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Beltim saat memaparkan visi dan misinya dalam acara Debat Publik.

MANGGAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) telah menggelar Debat Publik untuk tiga Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Beltim, di Gedung Auditorium Zahari Mz, Rabu (25/11) kemarin. Debat Publik ini berjalan cukup dinamis dan berakhir dengan aman dan lancar, tanpa adanya hambatan sedikitpun.

 

Dwi Haryadi, dosen dari Fakultas Hukum Univeristas Bangka Belitung (UBB), tampil sebagai moderator dalam Debat Publik ini. Sementara panelisnya adalah Ibrahim yang juga Akdemisi dari UBB.

 

Debat publik dibagi enam sesi. Sesi pertama pemaparan dan penajaman visi dan misi oleh masing-masing Paslon dan sesi terakhir kesempatan para Paslon untuk memberikan closing statment.

 

Usai sesi pertama, pada sesi kedua moderator, Dwi Haryadi mengajukan satu pertanyaan untuk masing-masing Paslon.

 

Pertanyaan pertama diajukan kepada paslon nomor urut 2, Andeska- Musdiyana. Dwi Haryadi mengajukan pertanyaan tentang konsep wisata berwawasan lingkungan sesuai visi-misi Andeska-Musdiyana.

 

Sang moderator pun mempertanyakan konsep tersebut dengan meminta didefinisi dalam indikator apa saja. Lalu, disusul dengan pertanyaan seperti apa program untuk mewujudkan konsep tersebut.

 

Andeska menjawab, konsep tersebut adalah konsep wisata bersih, bijak, dan bernilai tambah tinggi. Dia melanjutkan dengan menyampaikan program-program yang disebut sebagai unggulan seperti membangun UMKM sebagai penopang pembangunan wisata. Dengan waktu yang diberikan pun ia mengakhiri jawaban.

 

Pertanyaan kedua diberikan Kepada pasangan calon nomor urut 3 Basuri T Purnama-Fezzi Uktolseja, Dwi Haryadi menyampaikan pertanyaan tentang kawasan industri.

 

Dia menanyakan seperti apa bentuk real pengembangan kawasan industri tersebut di tengah keterbatasan sumber daya alam dan sumber daya manusia di Beltim. Pertanyaan juga disusul simpul-simpul kawasan mana saja yang akan dibangun.

 

Basuri menjawab pertanyaan tersebut dengan menyebut rencana pengembangan kawasan industri di Air Kelik. Menurut Basuri, pembangunannya perlu kerja keras dengan konsep dan fokus ekspor.

 

Menurut Paslon yang bertagline Semangat Baja tersebut, investasi yang dinilai besar berada di Kelapa Kampit. Menurut dia, hal yang harus dikembangkan adalah industri hilir tempat petani-petani perkebunan.

 

“Hal ini diharapkan jadi sentra utama selain industri perikanan. Beberapa hal diantaranya disebutkan industri karet dan CPO. Dan pembangunan industri Beltim seharusnya industri padat karya sehingga melibatkan banyak masyarakat. Membangun industri tidak bisa sembarangan, Kita harus betul-betul memilih dengan baik yang membuat masyarakat Beltim menjadi tuan di atas tanah sendiri,” papar seraya menambahkan sejumlah poin lainnya.

 

Kemudian pada paslon nomor urut 1 Yuslih-Burhanudin, Dwi mengajukan pertanyaan tentang sumber daya lokal apa saja yang potensial di Beltim, yang bisa dimaksimalkan dalam lima tahun kepemimpinan seandainya terpilih. Pertanyaan ini disesuaikan dengan apa yang menjadi visi-misi paslon dengan tagline ‘Berlian’ itu.

 

Pertanyaan dijawab Yuslih. Dia menjawab, sumber daya lokal meliputi sumber daya alam dan manusia dari lokal. Menurut Yuslih, banyak sumber daya lokal yang bisa dikembangkan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat Beltim.

 

“Banyak yang bisa dikembangkan selain daripada timah. Pada saat sekarang ini, banyak sumber daya lain, seperti kehutanan, perkebunan, pertanian, kelautan, perikanan, pariwisata. Masih banyak yang bisa dikembangkan untuk memajukan Beltim di masa mendatang,” sebut Kakak dari mantan Menteri Hukum dan HAM RI Yusril Izha Mahendra itu.

 

Waktu masih tersisa, jawaban pertanyaan ditambahkan oleh cawabup Burhanudin. Dia mengatakan kemampuan sumber daya manusia lokal harus dibangun di seluruh wilayah desa di tujuh kecamatan. Dan pertanyaan pun selesai dijawab dengan menyisakan waktu satu menit yang diberikan.

 

Sementara di sesi terakhir, para ketiga Paslon mengambil sebuah amplop yang disediakan moderator. Pertanyaan terlebih dahulu diberikan kepada Paslon Berlian, untuk memberikan closing statment tentang politik uang.

 

Untuk memberikan jawaban tersebut langsung disampaikan oleh Yuslih. Ia mengatakan bahwa politik uang adalah pendidikan yang merusak moral dan merusak tatanan demokrasi.

 

Selanjutnya di sesi ini, pertanyaan diberikan kepada Paslon Satam. Di sini paslon Andeska-Musdiayana meraih pertanyaan closing statment tentang warung kopi. Pertanyaan pun langsung dijawab Andeska.

 

“Warung kopi adalah tempatnya berkumpul orang-orang dan itu sangat tidak produktif. Dan warung kopi terkadang harus kita tinggalkan di saat dan waktunya kita beraktifitas,” katanya seiring waktu 30 detik yang diberikan moderator usai.

 

Pertanyaan berlanjut kepada pasangan Basuri-Fezzy, Semangat Baja. Paslon ini mendapat pertanyaan closing statment tentang Guru. Dan Basuri pun langsung memberikan jawaban.

 

“Saat (Bertepatan dengan hari Guru, 25 November 2015), selamat hari guru dan karena anda lah (Guru,red) kami bisa berada di sini. Dan terimakasih kepada guru, jasa mu tak kan terkatakan, selamat hari guru,” ucap Basuri bertepatan dengan waktu yang ditentukan.

 

Debat Publik diakhiri moderator dengan sebuah kalimat penggugah semangat, agar setiap Paslon menjunjung tinggi kehormatan dan martabat dalam memenangkan Pilkada Beltim 2015.

 

“Menang bukan tujuanlah segalanya, dan yang kalah akan menjadi akhir dari segalanya. Menang terhormat, dan kalah bermartabat. Batu Berlian batu mulia, Satam Belitong penuh pesona, semangat kita laksana Baja, Belitung Timur pun semakin Jaya,” tutup Dwi. (feb)