Deddy Cium Ketidakharmonisan Gub & Wagub

by -

//Sering Beda Pendapat

PANGKALPINANG – Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung (Babel), Deddy Yulianto mencium ketidakharmonisan hubungan antara Gubernur Rustam Effendi dan Wakil Gubernur (Wagub) Hidayat Arsani dalam menjalankan roda pemerintahan. Hal itu terlihat saat kedua petinggi provinsi tersebut berseberangan pendapat.
Menurut Deddy, tidak semestinya Wagub membuat penyataan yang berseberangan dengan gubernur, apalagi membenturkan gubernur dengan lembaga legislatif yang merupakan mitra kerja pemerintah daerah.
“Bagaimana pemerintah mau berjalan maksimal kalau gubernur dan wakilnya tidak sejalan dan tidak satu bahasa. Kami DPRD minta gubernur dan wagub bisa islah,” katanya, Selasa (27/10) kemarin.
Wagub seharusnya, kata Deddy, mengerti tupoksinya dalam membantu gubernur dalam menyelenggarakan pemerintahan, termasuk dalam hal penyerapan anggaran. Misalnya, bagaimana membantu dan memonitor agar penyerapan anggaran serta program-program terealisasi dengan baik dan terarah.
“Tidak semestinya wagub membuat penyataan yang berseberangan dengan gubernur, apalagi membenturkan gubernur dengan lembaga legislatif yang notabene merupakan mitra kerja pemerintah daerah,” sebutnya.
Ketua DPD Partai Gerindra itu juga mengatakan, seharusnya Wagub dapat membina semua pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemprov Babel, dan bukan sebaliknya. “Pilkada 2017 masih lama, belum saatnya kampanye. Pemprov mestinya berpikir bagaimana menaikan harga karet dan harga sawit yang selama ini masih kurang menjadi perhatian pemerintah daerah. Jangan hanya persoalan pertimahan saja,” katanya.
Kendati mengapresiasi respon cepat Pemprov dalam menyikapi pertimahan dimulai dari dibentuk Pansus, Tim 9, bahkan Wagub melakukan paparan sampai ke UGM namun alangkah baiknya juga menyikapi sektor lainnya. “Mengapa tidak dibentuk juga pansus karet, pansus sawit ataupun pansus lada? ini yang sangat disayangkan, mestinya pemprov segera mengatasi masalah yang ada di depan mata, dari bagaimana meningkatkan ekonomi masyarakat yang saat ini dalam keterpurukkan, daya beli menurun, harga sawit murah, harga karet belum  menguntungkan, kekeringan dan kebakaran dimana-mana,” kata Deddy.
Lebih jauh, Deddy juga meminta Wagub memotivasi bawahannya agar tidak takut menjalankan kegiatan pemerintahan dan melindungi semua pegawai Pemprov Babel. “Jangan mendeskreditkan pejabat-pejabat di lingkungan Pemprov. Pemprov mestinya peka terhadap masyarakat, terhadap daerah terkait masalah kesehatan, pendidikan, pertanian dan perkebunan. Bagaimana membangun daerah bekerjasama dengan pihak ketiga atau investor yang dapat menyerap tenaga kerja secara massal, bagaimana berpikir mensejahterahkan para petani, nelayan, pedagang dan sebagainya,” tutupnya.(iam)