Dendus 88 Tangkap Terduga Teroris di Desa Lilangan Kecamatan Gantung

by -
Dendus 88 Tangkap Terduga Teroris di Desa Lilangan Kecamatan Gantung
Suasana rumah Kirdi di kawasan Transmigrasi Bukit Setiong Gantung, Kamis (4/2).

belitongekspres.co.id, GANTUNG – Kirdi alias Satria Amru (38), seorang laki-laki warga RT 17 Dusun Bukit Setiong Makmur Desa Lilangan, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), ditangkap. Ada rumor dia terindikasi terlibat jaringan terorisme.

Saat diringkus, terlihat tim aparat kepolisian yang menangkapnya mirip Datasemen Khusus Anti Teror (Densus 88), di kawasan Jalan Baru Desa Limbongan Kecamatan Gantung, sekitar 4 kilometer dari kediamannya, Kamis (4/2) siang kemarin.

Menurut keterangan istri Kirdi yang bernama Warsini (35), dia mengetahui suaminya ditangkap berdasarkan cerita warga setempat. Saat itu, suaminya pria kelahiran Sukoharjo 14 Maret 1982, hendak pergi ke kebun mengendarai sepeda motor.

“Kata warga, pas di jalan Baru suami saya (Kirdi) diserempet, terus langsung ditangkap dan diborgol,” ungkap Warsini saat ditemui Belitong Ekspres (Babel Pos Grup) di rumahnya RT 17 Dusun Bukit Setiong Makmur, Desa Lilangan, Kamis (4/2).

Warsini mengatakan, dirinya pun sempat terkejut ketika tim kepolisian berseragam dan bersenjata lengkap melakukan penggeledahan di rumahnya di kawasan transmigrasi Desa Lilangan Gantung tersebut. “Kami juga kaget, tadi saya habis sholat zuhur, tim bersenjata lengkap itu menggeledah seluruh isi rumah saya,” terangnya.

Perempuan bercadar yang baru 2 bulan tinggal bersama suami menceritakan bahwa saat penggeledahan diamankan 5 handphone miliknya beserta buku-buku yang berada di bilik rumahnya. “Semua digeledah, buku-buku anak saya, handphone kami semuanya 5 buah dibawa semua oleh orang-orang itu (polisi),” bebernya.

Dia pun masih tak habis pikir mengapa suaminya ditangkap. Sebab, pengakuan Warsini sang suami merupakan orang baik-baik. Selama ini sejak 3 tahun tinggal di Transmigrasi Lilangan, suaminya itu tidak pernah berbuat jahat.

Sementara itu, Kepala Dusun Sinar Setiong, Bosana dan Ketua RT 17 Amirin, membenarkan adanya penangkapan dan penggeledahan oleh aparat kepolisian berseragam lengkap di rumah warganya itu. “Aku datang, tim kepolisian langsung menggeledah rumah dia (Kirdi),” ujar Kadus Bosana didampingi Ketua RT Amirin.

Meski demikian kepada Belitong Ekspres, baik Kadus maupun Ketua RT tidak tahu persis alasan penangkapan Kirdi. Mereka hanya mendapatkan kabar penangkapan Kirdi karena dugaan terlibat jaringan teroris.

Kadus menuturkan, Kirdi baru sekitar dua bulan tinggal di wilayahnya. Sebelum itu, Kirdi tinggal sendiri di Jalan Baru RT 14 Dusun Sinar Sentiong, Desa Lilangan, sudah sejak tiga tahun terakhir.

Lebih jauh, Bosana menyatakan, pria berambut gondrong dan berbadan tegap itu tinggal bersama istri dan 3 anaknya di RT 17 Dusun Bukit Setiong baru sekitar dua bulan. Sebab, sang istri kelahiran Karanganyar, Solo, Jawa Tengah itu, sebelumnya sempat pulang kampung.

Selama ini cerita Bosana, Kirdi merupakan sosok pria yang baik dan terbuka dengan warga lainnya. Dia selalu berinteraksi dengan tetangganya dan tidak pernah menunjukan hal yang aneh-aneh. Kesehariannya, Kirdi bekerja sebagai kuli tambang.

“Dia biasa-biasa aja, tidak aneh-aneh. Sebelum di sini, dia tinggal di Jalan Baru RT 11, berhubung rumahnya tidak layak untuk dihuni jadi dia ngontrak ke sini. Orangnya biasa aja, palingan cerita-cerita kolong, cerita mesin rusak. Dia orangnya bermasyarakat, ada selamatan hajatan ya hadir, orangnya sopan,” pungkas Kadus Bosana.(dny)