Desember, PLN Targetkan Capai 374.460 Pelanggan

by -

PANGKALPINANG-PT PLN Persero Wilayah Bangka Belitung mencatat hingga saat ini jumlah pelanggan di Babel mencapai 364.342 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat 7,45% dari tahun sebelumnya yang sebesar 339.065 pelanggan. Deputy Manager Humas PT PLN (Persero) wilayah Babel, Agus Yuswanta, mengatakan, sampai triwulan III 2015, PLN wilayah Babel telah menyambung listrik kepada 25.277 pelanggan. “Kita proyeksikan hingga akhir tahun 2015, PLN Babel akan menyambung 35.395 pelanggan, agar jumlahnya mencapai 374.460 pelanggan,”ungkapnya.
Dan untuk mempermudah proses masyarakat dalam mendapatkan listrik, PLN telah menyediakan berbagai akses dari call center 123, website www.pln.co.id, facebook pln123 dan twitter pln 123.”Khusus calon pelanggan 450VA dan 900VA dilayani melalui kantor PLN dengan menyertakan surat keterangan tidak mampu dari pihak yang berwenang. Ini komitmen kami untuk memberikan layanan penyambungan listrik yang terbaik bagi masyarakat Babel,” terang Agus.
Sementara itu, rasio desa yang sudah memiliki akses listrik di Babel sudah mencapai 99,74%. Untuk daerah-daerah terisolir dan terpencil lainnya, PLN Babel sudah memasang Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di empat lokasi, yakni pulau bukulimau dengan kapasitas 80 kilowatt peak (kWp), pulau Gersik 40 kWp, pulau pongok 125 kWp dan pulau celagen dengan kapasitas 80kWp.”Sudah 380 desa di Babel mendapat akses listrik, tinggal satu desa lagi yang akan kami listriki, terutama yang wilayahnya terisolir,”tandasnya.
Sedangkan untuk warga yang kurang mampu, sesuai amanah UU Nomor 30, PLN bekerjasama dengan pemerintah daerah dalam memasang listrik gratis untuk 2.150 rumah tangga sederhana (RTS) sampai triwulan III 2015 ini.”Tahun ini rencananya kita akan menyambung 2.700 RTS, terdiri dari 750 RTS di Bangka tengah, 600 di Bangka selatan dan 700 RTS di Bangka barat,” ujarnya.
Agus menambahkan, sampai September kemarin, berdasarkan data, jumlah pelanggan RTS di Babel mencapai 337.506 rumah tangga, dan totalnya 349.463 rumah tangga.”Jika dibandingkan maka rasio elektrifikasinya 96,6%. Itu juga belum ditambah dengan rumah tangga yang menggunakan listrik selain dari PLN,” pungkasnya.(rel)