Dewan Apresiasi Kinerja BBNK Berantas Narkoba

by -

TANJUNGPANDAN-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belitung, mengapresiasi kerja keras Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Belitung dalam memberantas narkoba. Apresiani ini diberikan terkait adanya tiga orang pegawai panti pijat, yang terindikasi positif menggunakan narkoba, kamis pekan lalu.

“Kita akan tetap memberikan support pada BNNK apapun itu, termasuk meminjam gedung-gedung yang kita miliki untuk aktifitas mereka,” kata Wakil Ketua II DPRD Belitung Isyak Meirobie, kepada Belitong Ekspres, Jum’at (16/9) lalu.

Disaat menjalankan tugas, Politisi Nasdem itu meminta kepada BNNK untuk lebih bekerja seprofesional mungkin. Diharapkan bisa bersinergi dengan semua elemen temasuk pemerintahan daerah dan kelompok masyarakat.

“Semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas itu sangat penting. Agar kedepannya Belitung bisa lebih bersih dan Bebas dari Narkoba,” pesannya.

Untuk itu dia berharap kepada semua pihak, dan secara agar bersama-sama melakukan pencegahan terhadap narkoba, untuk menyalamatkan generasi penerus bangsa. “Termasuk melakukan kerjasama pemeriksaan rutin di semua sektor-sektor pemerintahan, itukan bisa dibuat program bersama,” papar politisi Nasdem itu.

Isyak juga meminta ketegasan dari aparat penegak hukum, agar ketiga orang yang sudah terindikasi positif narkoba dari BNNK, bisa diberikan hukuman yang setimpal. Selain itu dia juga meminta pengawasan dan pecegahan narkoba bisa lebih diperketat lagi kedepanya.

“Di saat proses penyidikan,mereka (aparat penegak hukum,red) diharapkan mampu menggalih informasi lebih jauh dari mana barang tersebut di dapat. Sehingga sindikat jaringan narkoba bisa diputus hingga mata raantainya.Untuk itu, pemda harus mensupport penuh segala kebutuhan BNNK,“ tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Belitung Suhandri, merasa prihatin dengan tiga orang pegawai panti pijat tersebut. Menurutnya tidak selayak menggunakan barang tersebut, apalagi sekarang Belitung salah satu daerah tujuan wisata.

“Seharusnya pemilik panti pijat itu bisa mengawasi pegawainya dengan baik, bukan sebaliknya. Kalau sudah terjadi mau gimana lagi, saya harap kedepannya hal serupa tidak terulang kembali,” ucapnya.

Dikatakan Suhandri, selama ini Dinkes belum pernah mengeluarkan izin kesehatan diberbagai panti pijat yang ada di Kabupaten Belitung. Dikarenakan, ada beberapa persyaratan belum bisa dipenuhi.

“Kalau itu kemungkinan izin usaha atau operasinya saja yang dimiliki mereka, tapi izin kesehatan yang saya ketahui hingga saat ini belum dikeluarkan. Sudah sering mengecek dilapangan, itu tidak bisa tunjukkan mereka. Kalau ada nanti buktikan ke saya dan akan dicek asli atau tidak izin tersebut,” pungkasnya. (mg2)